Kesehatan
Apakah Benar Wanita Terlambat Datang Haid Pertanda PCOS? Ini Penjelasan Dokter, Kenali Ciri-Cirinya
dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari RSIA Anugerah Semarang, Indra Adi Susanto mengatakan, sindrom ovarium polikistik (PCOS) memang dapat
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Agus Ramadhan
SERAMBINEWS.COM - Setiap wanita yang sudah mengalami menstruasi atau haid memiliki siklus yang berbeda-beda.
Sebagian ada yang memiliki periode yang teratur, misalnya sekali dalam sebulan pada awal, tengah atau akhir bulan.
Namun sebagiannya ada yang memiliki peride menstruasi yang tidak teratur.
Misalnya seperti haid yang sering datang terlambat hingga lebih cepat dari jadwal biasanya.
Kondisi haid yang tertunda atau tidak teratur ini sering sekali membuat wanita yang mengalaminya merasa cemas.
Pasalnya, kondisi seperti ini sering dikaitkan dengan gangguan PCOS.
Lantas benarkah terlambat datang haid menjadi tanda PCOS?
Baca juga: Dokter Boyke Ungkap Risiko PCOS pada Wanita Gemuk, Dampaknya Terhadap Kesuburan dan Solusinya
Penjelasan dokter
Dilansir dari Kompas.com, Kamis (30/1/2025), dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari RSIA Anugerah Semarang, Indra Adi Susanto mengatakan, sindrom ovarium polikistik (PCOS) memang dapat menyebabkan periode menstruasi menjadi tidak teratur atau tertunda.
Selain itu, PCOS juga bisa membuat periode haid terlewat.
Indra menjelaskan, PCOS adalah gangguan ketidakseimbangan hormon yang dapat memengaruhi wanita usia subur.
Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai gejala.
Saat menderita PCOS, banyak kantung kecil berisi cairan yang berkembang di sepanjang tepi luar ovarium yang disebut kista.
"PCOS dapat dideteksi sejak dini dengan mencari gejala-gejala seperti menstruasi tidak teratur, jerawat, dan pertumbuhan rambut yang berlebihan," kata Indra, Rabu (29/1/2025) sebagaimana dikutip dari pemberitaan Kompas.com.
Baca juga: Solusi Atasi Kegemukan pada Wanita, dr Boyke Anjurkan 3 Hal Ini, Gangguan Hormon hingga PCOS Bye-bye
Tanda PCOS yang bisa dikenali sejak dini
Lebih lanjut Indra menjelaskan, ada beberapa gejala PCOS yang bisa dikenali sejak dini.
Gejala tersebut diantaranya ialah sebagai berikut.
- Menstruasi tidak teratur, mungkin jarang, berat, atau lama
- Muncul jerawat. Ini disebabkan karena kadar hormon androgen yang tinggi dapat menyebabkan jerawat dan kulit berminyak
- Hirsutisme, yaitu pertumbuhan rambut yang berlebihan pada wajah, dada, punggung, atau bokong
- Berat badan bertambah dengan cepat
- Rambut menipis, rontok, atau kebotakan
- Resistensi insulin. PCOS dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah dan risiko diabetes tipe 2.
Indra menyampaikan, jika khawatir tentang menstruasi dan mengalami tanda-tanda di atas, segera periksakan diri ke dokter.
"Diagnosis PCOS dibuat ketika memiliki setidaknya dua dari gejala di atas. Dokter mungkin juga mempertimbangkan riwayat keluarga yang terkena PCOS, dislipidemia, hipertensi, atau diabetes," pungkasnya.
Baca juga: Kenapa Menstruasi Terlambat dan Berhenti? dr Boyke Ungkap Penyebabnya, Gegara Hal Ini Bisa Fatal
Penyebab PCOS
Dikutip dari Mayo Clinic, penyebab secara pasti PCOS belum diketahui.
Namun ada faktor-faktor yang mungkin berperan meliputi:
1. Resistensi insulin
Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas yang memungkinkan sel untuk menggunakan gula, suplai energi utama tubuh.
Jika sel menjadi resisten terhadap aksi insulin, maka kadar gula darah bisa naik.
Kondisi Ini dapat menyebabkan tubuh membuat lebih banyak insulin untuk mencoba menurunkan kadar gula darah.
Insulin yang berlebihan mengakibatkan tubuh membuat terlalu banyak hormon androgen pria, yang kemudian membuat wanita mengalami masalah dengan ovulasi, proses pelepasan sel telur dari ovarium.
Salah satu tanda resistensi insulin adalah bercak kulit yang gelap dan seperti beludru di bagian bawah leher, ketiak, selangkangan, atau di bawah payudara.
Nafsu makan yang lebih besar dan penambahan berat badan mungkin merupakan tanda lainnya.
Baca juga: Gangguan Hormon hingga Kesuburan Terganggu, dr Boyke : Wanita Gemuk Rentan Alami PCOS, Ini Solusinya
2. Peradangan tingkat rendah
Sel darah putih membuat zat sebagai respons terhadap infeksi atau cedera.
Respons ini disebut peradangan tingkat rendah.
Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan PCOS memiliki jenis peradangan jangka panjang tingkat rendah yang menyebabkan ovarium polikistik memproduksi androgen.
Sehingga ini dapat menyebabkan masalah jantung dan pembuluh darah.
3. Faktor genetik
Penelitian menunjukkan bahwa gen tertentu mungkin terkait dengan PCOS.
Memiliki riwayat keluarga PCOS mungkin berperan dalam mengembangkan kondisi tersebut.
4. Kelebihan androgen
Dengan PCOS, ovarium dapat menghasilkan androgen tingkat tinggi.
Memiliki terlalu banyak androgen mengganggu ovulasi.
Ini berarti telur tidak berkembang secara teratur dan tidak dilepaskan dari folikel tempat mereka berkembang.
Kelebihan androgen juga dapat menyebabkan hirsutisme dan jerawat.
Baca juga: Menstruasi Tak Lancar Bukan Melulu karena Hormon, Dokter Boyke Ungkap Faktor Lain yang Lazim Terjadi
Komplikasi akibat PCOS
PCOS juga bisa menyebabkan komplikasi jika tidak diobati.
Menurut Mayo Clinic yang dilansir dari lamannya, ada beberapa tanda komplikasi yang diakibatkan oleh PCOS, diantaranya:
- Infertilitas
- Diabetes gestasional atau tekanan darah tinggi akibat kehamilan
- Keguguran atau kelahiran prematur
- Steatohepatitis nonalkohol, peradangan hati yang parah yang disebabkan oleh penumpukan lemak di hati
- Sindrom metabolik, sekelompok kondisi termasuk tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kadar kolesterol atau trigliserida yang tidak sehat yang secara signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular)
- Diabetes tipe 2 atau pradiabetes
- Sleep apnea
- Depresi, kecemasan dan gangguan makan.
Obesitas umumnya terjadi dengan PCOS dan dapat memperburuk komplikasi gangguan tersebut.
(Serambinews.com/Yeni Hardika)
BACA BERITA LAINNYA DI SINI
haid
menstruasi
pcos
penyebab PCOS
tanda-tanda PCOS
ciri-ciri PCOS
Haid Tidak Teratur
Serambi Indonesia
Serambinews
berita serambi
| 5 Makanan dan Minuman yang Bisa Tingkatkan Risiko Kanker, Daging Olahan hingga Alkohol |
|
|---|
| 4 Makanan yang Bisa Membantu Menurunkan Risiko Kanker Kolorektal, Jaga Kesehatan Usus Sejak Dini |
|
|---|
| 9 Cara Mengurangi Asupan Gula Harian agar Tubuh Lebih Sehat, Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sederhana |
|
|---|
| Sering Langsung Tidur Setelah Makan? Ini 5 Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai |
|
|---|
| 8 Khasiat Buah Murbei untuk Kesehatan, Bantu Jaga Jantung hingga Stabilkan Gula Darah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ilustrasi-wanita-terlambat-datang-haid.jpg)