Berita Aceh Singkil
Bertaruh Nyawa di Sarang Buaya
Akan tetapi dorongan kebutuhan ekonomi, membuatnya nekat bertaruh nyawa demi mencari nafkah di sarang buaya.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
Terkait hal itu, Dragon berharap Pemkab Aceh Singkil, memberikan solusi.
Sehingga buaya tidak lagi mengganggu manusia.
Baca juga: Warga Singkil Hilang Diterkam Buaya, Konflik Manusia Vs Buaya Kejadian Berulang
Desa Rantau Gedang bersebelahan dengan Desa Teluk Rumbia.
Dua desa tersebut berada di pinggir aliran sungai Singkil yang lebarnya mencapai 300 meter lebih.
Penduduk di sana menjadikan sungai sebagai sumber mata pencaharian.
Kedua korban yang diserang buaya, sama sedang mencari penghidupan di sungai.
Kaetek diserang buaya ketika mencari siput.
Sedangkan korban terbaru yaitu, Sawiyah diserang buaya saat mengangkat perangkap udang.
Saat kejadian pertama, warga sempat menyuarakan agar ada penanganan dari pihak berwenang untuk mengatasi konflik manusia vs buaya.
Sebab, muncul kekhawatiran serangan buaya akan berlanjut.
Akan tetapi, suara keluhan warga belum membuahkan hasil.
Justru serangan buaya kepada manusia kembali terulang.
Sementara itu, warga masih terus melakukan pencarian menggunakan perahu.
Tim SAR gabungan juga sudah diterjunkan ke lokasi untuk membantu warga melakukan pencarian.
Namun, upaya pencarian belum membuahkan hasil.
| Presiden Mahasiswa Desak Dana Jadup Korban Banjir Aceh Singkil Segera Disalurkan |
|
|---|
| Harga Sawit Naik di Seluruh Wilayah Aceh Singkil, Pupuk Masih Melambung |
|
|---|
| Tokoh Singkil Ingin Dapil Baru DPRA Karena Caleg Singkil Tak Pernah Lolos Pemilu |
|
|---|
| Perjuangkan Pembentukan Dapil Aceh Singkil & Subulussalam, Pekan Ini Puluhan Tokoh Datangi KIP |
|
|---|
| Harga Minyakita di Aceh Singkil Rp 22 Ribu Per Liter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Proses-pencarian-Sawiyah-warga-Rantau-Gedang-Kecamatan-Singkil-Kabupaten-Aceh-Singkil.jpg)