KUPI BEUNGOH
Bustami Hamzah: Rileks Aja
Jawaban itu mengkonfirmasi bahwa Om Bus tidak masalah sama sekali tidak mendapat undangan untuk menghadiri pelantikan Mualem - Dek Fadh.
Oleh: Risman Rachman*)
HARI ini, Rabu (12/2/2025), saya mendapat kiriman dua berita dari dua media online lokal, bahwa Bustami Hamzah tidak diundang di acara pelantikan gubernur dan wakil gubernur baru hasil Pilkada 2024.
Satu dari dua media online itu menurunkan judul “Bustami Hamzah Absen di Pelantikan Gubernur Aceh, Hendra Budian: Tidak Ada Undangan.”
Sedangkan media satunya lagi menurunkan judul “Om Bus dan Syeck Fadhil Absen di Pelantikan Mualem - Dek Fadh.”
Jika keterangan yang disampaikan Juru Bicara Bustami, Hendra Budian bahwa tidak ada undangan itu benar adanya, maka saya merasakan ada sisi sederhana tapi penting yang hilang dari prinsip demokrasi di Aceh.
Prinsip itu adalah: “Kita memang lawan, tapi kita bukan musuh.”
Setidaknya, prinsip ini pernah diperlihatkan pada dua kali Pilkada Aceh, yaitu Pilkada 2012 dan 2017.
Baca juga: Resmi! Mendagri Lantik Mualem-Dek Fadh Jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh
Pada Pilkada 2012, Irwandi yang kalah diundang menghadiri acara pelantikan Abu Doto - Mualem.
Begitu juga pada Pilkada 2017. Mualem dan Abu Doto diundang dan keduanya datang.
Kesediaan mengundang rival politik dan kesediaan pihak yang kalah untuk menghadiri pelantikan yang menang, saya sebut prinsip demokrasi: “kita memang lawan, tapi kita bukan musuh.”
Karena penasaran maka saya mengirim pesan melalui saluran whatApp kepada Bustami Hamzah untuk mengkonfirmasi.
Sosok yang akrab disapa Om Bus itu menjawab singkat dan ringan: “Rileks dan santai aja Bang.”
Jawaban itu mengkonfirmasi bahwa Om Bus tidak masalah sama sekali tidak mendapat undangan untuk menghadiri pelantikan Mualem - Dek Fadh.
Sikap legowo ini melengkapi sikap Om Bus yang memilih tidak menjadikan hasil Pilkada 2024 sebagai sengketa di Pilkada.
Baca juga: Pelantikan Gubernur Aceh 2025-2030, Mualem: "Kita Tidak Mau Dijuluki Bahwa Aceh Termiskin"
pelantikan
Gubernur Aceh
wakil gubernur aceh
Muzakir Manaf
Fadhlullah
Bustami Hamzah
kupi beungoh
opini serambi
| Dari Thaif ke Aceh: Makna Isra Mikraj di Tengah Bencana |
|
|---|
| Jaga Marwah USK: Biarkan Kompetisi Rektor Bergulir dengan Tenang dan Beradab |
|
|---|
| Banjir Aceh yang Menghapus Sebuah Kampung |
|
|---|
| Serambi Indonesia Cahaya yang tak Padam di Era Digital |
|
|---|
| Ekoteologi Islam: Peringatan Iman atas Kerusakan Lingkungan dan Bencana Ekologis Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/risman-rachman-koalisi-ngo-ham-aceh.jpg)