Kesehatan

Jangan Dibiasakan, Ini 6 Dampak Buruk Makan Mie Instan untuk Tumbuh Kembang Anak

Terbuat dari olahan tepung dan telur, mie memiliki rasa khas yang membuatnya menjadi makanan favorit banyak orang, termasuk anak-anak. 

Editor: Amirullah
Freepik.com/KamranAydinov
MIE INSTAN - Dampak Buruk Makan Mie Instan untuk Tumbuh Kembang Anak 

SERAMBINEWS.COM - Mie instan sering menjadi pilihan praktis bagi banyak orang tua, terutama saat anak-anak sulit makan atau enggan membuka mulut.

Dengan rasanya yang khas, mie instan selalu berhasil memikat selera anak-anak, menjadikannya makanan yang tidak akan ditolak.

Terbuat dari olahan tepung dan telur, mie instan memang menawarkan kepraktisan dan kenikmatan yang disukai banyak orang.

Namun, di balik kelezatannya, terdapat kekhawatiran terkait kandungan bumbu yang sering kali mengandung zat aditif, salah satunya Monosodium Glutamat (MSG). 

Meskipun MSG dapat meningkatkan rasa, mengonsumsi MSG secara berlebihan, terutama pada anak-anak yang sedang dalam masa tumbuh kembang, dapat berisiko bagi kesehatan. 

Ilustrasi mi instan dan bumbunya.
Ilustrasi mi instan dan bumbunya. (KOLASE SERAMBINEWS.COM/FREEPIK.COM/LINE TODAY)

Dampak Buruk Makan Mie Instan untuk Tumbuh Kembang Anak

Dikutip dari beberapa sumber, berikut ini beberapa dampak buruk yang bisa menyerang anak-anak, akibat terlalu sering makan mie instan

1. Meningkatkan risiko penyakit jantung di usia muda

Mie instan adalah makanan instan yang tinggi lemak, terutama lemak jenuh. 

Lemak yang ditemukan pada mie instan ini berfungsi untuk memberikan rasa dan tekstur. 

Meskipun anak-anak membutuhkan lemak untuk membentuk jaringan saraf, jaringan hormon, dan sebagai cadangan energi, namun lemak berlebihan akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan

Kandungan lemak pada mie instan termasuk jenis lemak jenuh. 

Jika anak terlalu sering makan mie instan, kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuhnya akan meningkat. 

Kondisi ini jika terjadi secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko penyakit jantung di kemudian hari. 

Jika sejak kecil anak sudah memiliki kadar kolesterol yang tinggi, bukan tidak mungkin serangan jantung dan penyakti stroke dapat dialaminya pada usia muda. 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved