Ramadhan 2025

Doa Menyambut Ramadhan, Simak Bocoran Doa Dari Ustad Adi Hidayat: Paling Populer dan Kuat Hadistnya

Menurut Ustad Adi Hidayat, ada banyak doa menyambut Bulan Ramadhan yang beredar di kalangan kaum muslimin. Doa-doa itu ada yang populer dan juga kuat

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Nur Nihayati
Tribunnewswiki.com
USTAD ADI HIDAYAT - Foto Ustad Adi Hidayat (UAH) dokumen Tribunnewswiki.com. Berikut doa menyambut ramadhan yang disampaikan oleh Ustad Adi Hidayat. (Tribunnewswiki.com) 

Berikut penafsiran makna doa menyambut ramadhan yang dijelaskan oleh Ustad Adi Hidayat.

Baca juga: Kapan Puasa? Kemenag akan Pantau Hilal Awal Ramadhan di 125 Titik pada 28 Februari, Ini Lokasinya

1. Minta ketentraman

Seperti dijelaskan Ustaz Adi Hidayat, kata Naa pada kalimat ‘alainaa merupakan kependekan dari kata Nahnu, yang berarti kami.

Kata nahnu merupakan kata ganti jamak (banyak) dalam Bahasa Arab.

Kata ganti ini, lanjut Ustaz Adi Hidayat, mengisyaratkan kepada umat muslim untuk menyertakan orang lain ketika melakukan kebaikan.

"Ini isyarat kepada kita, kalau kita ingin melakukan suatu kebaikan sekalipun hanya dengan doa, maka jangan baik sendiri. Sertakan orang lain dalam doa kita," terang Ustad Adi Hidayat, masih dikutip dari sumber yang sama, Serambinews.com.

Oleh karena itu, dalam Alquran maupun hadis untuk sebuah doa umumnya sering menggunakan kata ganti jamak.

Selanjutnya, kata bil yumni yang merupakan harapan atau permintaan pertama kepada Allah dalam doa tersebut.

Permintaan ini bertujuan supaya kita dapat menjalani Bulan Ramadhan dengan keadaan hati yang tenang.

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan, sebab ada sebagian orang yang tidak mendapatkan ketenangan hati ketika Bulan Ramadhan tiba dengan berbagai alasan.

Seperti orang yang belum terbiasa berpuasa, orang yang memikirkan perihal ekonomi yang belum siap menghadapi pengeluaran di bulan Ramadhan dan sebagainya.

2. Minta kekuatan iman

Kemudian kata wal Imani dalam permintaan kedua yang menjadi persoalan serius.

Ustadz Adi Hidayat memaparkan bahwa kata wal Imani dalam doa tersebut mengisyaratkan seakan-akan dalam Ramadhan kekuatan atau semangat iman cenderung menurun.

“Hati-hati, ada isyarat dalam kalimat ini seakan-akan orang-orang yang kedapatan Ramadhan itu cenderung menurun spiritnya saat Ramadhan, bukan stabil,” ujar ustadz Adi Hidayat.

“Padahal di awalnya allah berikan kekuaatan iman yang sama,” sambungnya.

Sebagai contoh, Ustadz Adi Hidayat menggambarkan perihal menurunnya spirit (semangat) iman itu seperti berkurangnya jumlah saf tarawih di masjid ketika mencapai pertengahan Ramadhan hingga seterusnya.

Baca juga: Begini Niat Mengganti Puasa Ramadhan dalam Tulisan Arab dan Latin, Dapat Dikerjakan di Hari Apa Saja

3. Minta kesehatan dan keselamatan

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved