Citizen Reporter
Asyiknya Ikut Parliamentary Debate World Conference and Competition di Jepang
Saya bangga bisa mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi "Parliamentary Debate World Conference and Competition (PDWC) 2025" yang diselenggarakan ole
RAISA AT THAHIRAH, Siswi Kelas XII SMAN 3 Banda Aceh, melaporkan dari Kumagaya, Jepang
JEPANG salah satu negara maju di kawasan Asia yang dijuluki Negari Matahari Terbit dan Negeri Sakura. Saya berkeseempatan menginjakkan kaki ke negara yang dulunya pernah menjajah bangsa Indonesia ini.
Saya bangga bisa mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi "Parliamentary Debate World Conference and Competition (PDWC) 2025" yang diselenggarakan oleh WakuPro Foundation pada 6-12 Februari 2025 di Kumagaya, Saitama, Jepang.
SMAN 3 Banda Aceh mewakili Indonesia pada kompetisi debat tersebut. Saya bersama dua rekan lainnya, Rafeyfa Asyla dan Alvito Rajendra dari kelas XII-9, didampingi guru pembimbing, Ibu Laila Zahara berangkat ke Jepang.
Sebelumnya, saya pernah menjadi Best Speaker I Provinsi Aceh pada ajang Nasional Schools Debating Championship 2024 dan juga sudah belajar bahasa Jepang sejak 2021.
Awalnya, setelah SMAN 3 Banda Aceh mengirimkan delegasi untuk acara ini secara online selama empat tahun berturut-turut, akhirnya pada tahun 2025, saya mendapat undangan untuk berkompetisi secara langsung di Jepang, sebuah negara yang selama ini hanya saya impikan.
Persiapan kami dimulai dari pengumpulan berbagai dokumen penting, latihan secara rutin dan intensif, hingga keberangkatan dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda menuju Jakarta untuk transit, sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandara Internasional Haneda di Tokyo.
Perjalanan panjang selama sembilan jam terasa sepadan saat kami menginjakkan kaki di sana. Udara yang sejuk dengan suhu 4°C menyambut kedatangan kami.
Kemudian kami disambut oleh orang dua staf PDWC yang ramah dan segera diarahkan menuju Bandara Narita untuk menjemput tim dari Hungaria sebelum melanjutkan perjalanan ke Hotel Heritage di Kota Kumagaya.
Perjalanan menuju Kumagaya begitu memukau. Saya terpesona dengan infrastruktur canggih, bangunan modern, serta lingkungan yang bersih, dan minim polusi. Setelah tiba di hotel, kami disambut hangat oleh staf dan Youth Ambassadors PDWC 2025.
Skip Swanson, Direktur PDWC 2025 bahkan menyambut langsung Ibu Laila Zahara dengan antusias, karena hubungan akrab mereka selama mengikuti acara ini secara online.
Saya juga merasa bangga karena dapat berkomunikasi dengan baik menggunakan dua bahasa, Inggris dan Jepang. Hal ini membuat beberapa orang terkejut pada keterampilan bahasa saya.
Setelah menerima nametag dan guidebook, saya ditempatkan satu kamar bersama Adel dari Hungaria serta Chisa dan Haruka dari Jepang. Kami langsung akrab dan menghabiskan waktu berbincang sebelum makan malam bersama.
Hari berikutnya dimulai dengan sarapan bergizi dan sesi pelatihan bersama mentor organisasi DebateMate yang berasal dari United Kingdom.
Dalam sesi ini, saya belajar menggunakan struktur PEEL (Point, Explanation, Example, dan Linkback) untuk memperkuat argumen kami. Pelatihan ini sangat berguna dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan argumentasi.
Citizen Reporter
Penulis Citizen Reporter
Penulis CR
Jepang
Asyiknya Ikut Parliamentary Debate World Conferenc
Parliamentary Debate World Conference and Competit
WakuPro Foundation
RAISA AT THAHIRAH
| Student Exchange UIN Ar-Raniry Kunjungi Masjid Jame' Asr Hassanil Bolkiah, Brunei Darussalam |
|
|---|
| Jemput Ilmu dan Jaringan Internasional: 13 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terbang ke Brunei Darussalam |
|
|---|
| 13 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Lulus Program Student Exchange ke Brunei Darussalam 2026 |
|
|---|
| Ikhtiar India Menghadirkan Hunian Layak bagi Masyarakat Miskin Kota |
|
|---|
| Menjalani Puasa Ramadhan di Musim Dingin Barat Irlandia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/RAISA-AT-THAHIRAH-2025.jpg)