Jumat, 8 Mei 2026

Citizen Reporter

Asyiknya Ikut Parliamentary Debate World Conference and Competition di Jepang

Saya bangga bisa mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi "Parliamentary Debate World Conference and Competition (PDWC) 2025" yang diselenggarakan ole

Tayang: | Diperbarui:
Editor: mufti
IST
RAISA AT THAHIRAH, Siswi Kelas XII SMAN 3 Banda Aceh, melaporkan dari Kumagaya, Jepang 

Setelah acara pembukaan dihadiri oleh pejabat Jepang, saya mengikuti "friendly mix debate" di mana saya berdebat bersama Gellert dari Hungaria dan Ijil-Suvd dari Mongolia.

Ini adalah pengalaman berharga untuk memahami cara berpikir lintas budaya dan bekerja sama dengan orang dari latar belakang berbeda.

Kami juga menonton video pengenalan dari berbagai negara. Saya sangat terkesan dengan video dari tim Australia yang menampilkan keanekaragaman hayati mereka.

Di malam hari, kami makan malam bersama dalam suasana penuh keakraban dan dihibur oleh pertunjukan budaya dari berbagai negara, termasuk tarian semangat "So-ranbushi" dari Jepang.

Keesokan harinya, kami menghadapi tiga ronde preliminasi menentukan siapa yang akan maju ke babak semifinal. Tim kami berhasil memenangkan dua dari tiga ronde melawan tim dari Jepang.

Sebelum tiap ronde, terdapat pidato utama yang membahas isu-isu penting seperti warisan budaya dan diplomasi perdamaian.

Ketika pengumuman, tim yang lolos ke babak semifinal disampaikan, saya sangat terharu karena SMA Negeri 3 Banda Aceh terpilih bersama Cedartown Highschool dari Amerika Serikat, Shibuya Highschool dari Jepang, dan Budapest Highschool dari Hungaria untuk maju ke babak semifinal final.

Dalam babak semifinal, kami berhadapan dengan tim Amerika Serikat dan berhasil memenangkan debat mengenai efektivitas inisiatif masyarakat dibandingkan kebijakan pemerintah.

Di babak final, kami berapa pada sisi oposisi untuk menghadapi tim Shibuya Highschool dari Jepang dalam mosi debat "dewan ini akan memperkenalkan kurikulum sejarah standar bagi seluruh dunia."

Meski persaingan sangat ketat dan penuh tantangan, kami meraih posisi juara 2 di ajang PDWC 2025. Kemenangan ini merupakan pencapaian luar biasa bagi kami dan membawa kebanggaan bagi Indonesia.

Selain berkompetisi, kami juga mengikuti berbagai kegiatan budaya yang mengasyikkan, seperti mengenakan kimono, mencoba permainan festival Jepang (omatsuri), dan belajar tentang sejarah Jepang melalui pidato dari Tuan Ganji Ouchi dan Tuan Toshiharu Goto.

Pengalaman ini memberikan perspektif baru dan mendalam tentang nilai empati, perdamaian, dan harmoni sosial.

Hari berikutnya, kami bertolak ke Kota Niigata untuk bermain ski di Hotel Angel Grandia. Ini adalah pengalaman pertama saya merasakan salju dengan suhu -5°C.

Saya sangat menikmati aktivitas ski, terutama karena latar belakang saya bermain sepatu roda membantu saya cepat beradaptasi. Seterusnya  juga bisa menjalin persahabatan dengan para siswa Jepang seperti Shizuki, Koh, Koshin, dan Tsuneyuki.

Kami melanjutkan perjalanan menggunakan Shinkansen (kereta cepat) dari Niigata ke Tokyo dalam waktu 35 menit. Sungguh pengalaman yang sangat asyik dan mengesankan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved