Berita Kutaraja

Duka Jelang Puasa, Dua Rumah Warga  Seutui Banda Aceh Ludes Terbakar, Kerumunan Orang Hambat Damkar

Pasalnya, beberapa jam menjelang Shalat Tarawih pertama menyambut bulan puasa, rumah Mak Nur Londong habis terbakar beserta isinya.  

Penulis: Misran Asri | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
PEMADAMAN KEBAKARAN RUMAH - Petugas Pemadam Kebakaran Kota Banda Aceh dibantu warga setempat serta petugas dan relawan gabungan lainnya sedang memadamkan api yang menghanguskan rumah warga di Jalan Seulawah Agama, Lorong Tanggul, Dusun Sibayak, Gampong Seutui, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (28/2/2025) petang. 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kebakaran kembali menimpa rumah warga di Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.  

Sebelumnya, Kamis (20/2/2025), sebanyak 19 rumah warga di Dusun Labui, Gampong Ateuk Pahlawan, Kecamatan Baiturrahman, ludes terbakar.

Musibah kali ini, tepatnya terjadi pada Jumat (28/2/2025) sore, sekitar pukul 18.45 WIB, dua rumah warga di Jalan Seulawah Agam, Lorong Tanggul, Dusun Sibayak, Gampong Seutui, Kecamatan Baiturrahman, hangus diamuk ‘si jago merah’.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak.

Peribahasa itu mungkin bisa ditamsilkan terhadap korban yang tertimpa musibah kebakaran tadi sore. 

Pasalnya, beberapa jam menjelang Shalat Tarawih pertama menyambut bulan puasa, rumah Mak Nur Londong habis terbakar beserta isinya.  

Kebakaran itu pun tak luput merembes ke rumah warga lainnya yang berada di dekat rumah Mak Nur.

Namun, berkat gerak cepat petugas pemadam kebakaran, dibantu warga, dan pemuda setempat, serta relawan RAPI, ERPA, dan petugas kepolisian dari Polsek Baiturrahman, sehingga api dapat dijinakkan segera.

Begitu juga kehadiran petugas PLN yang langsung memadamkan listrik, sehingga membantu cepat proses pemadaman api yang masih berkobar besar saat itu.

Namun, lagi-lagi pemandangan yang miris dan hal yang kerap terjadi dan paling disayangkan.

Yakni banyaknya warga singgah sambil menonton dan berdiri di jalan-jalan, sembari mengeluarkan ponselnya untuk mendokumentasikan kejadian.

Berkerumunnya orang cukup menghambat proses pemadaman serta gerak cepat mobil pemadam kebakaran.
Belum lagi akses jalan yang sempit, sehingga memperlambat gerak petugas pemadam.

"Warga harusnya sadar, ada yang sedang musibah, jadi jangan membuat pergerakan pemadam lambat,” tutur seorang warga. 

“Bagaimana kalau musibah ini menimpa kita, seharusnya rasa empati ini yang kita miliki. Jangan tahunya enak sendiri," ungkap Syarifuddin, warga Gampong Seutui yang ikut mengatur kelancaran lalu lintas.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved