KUPI BEUNGOH

Ikhtiar UINAR Menuju World Class University

UINAR Banda Aceh sedang menyiapkan diri untuk menjadi salah satu universitas bergensi di dunia, dan masuk dalam World Class University.

Editor: Yocerizal
Serambinews.com
Prof. Dr. phil. Saiful Akmal, MA, Ketua Pusat Layanan Internasional (PLI) UIN Ar-Raniry Banda Aceh (kiri), dan Dr.iur Chairul Fahmi, M.A, alumni Georg August University, Goettingen, Jerman, PLI Network Koordinator untuk Eropa (kanan). 

Oleh : Prof. Dr. phil. Saiful Akmal, MA, dan Dr.iur Chairul Fahmi, M.A

“Kita membutuhkan sistem pendidikan yang kuat, sehingga generasi muda mendapatkan manfaat dari perbedaan yang kita punya” (Ban Kii Moon, Sekjen PBB 2007-2016).

PRETEKS untuk abad ke-21 ditandai sebagai abad keterbukaan atau abad globalisasi. Informasi dan teknologi mempengaruhi aktivitas dunia pendidikan dengan sangat masif. Pada abad ini tuntutan terhadap sumber daya manusia yang berkualitas sangat besar. 

Tuntutan-tuntutan yang serba baru membutuhkan berbagai terobosan dalam berpikir, penyusunan konsep, dan tindakan yang tepat. Oleh karena itu, lembaga pendidikan sebagai salah satu pihak yang mendidik dan melatih sumber daya manusia harus dikelola secara profesional agar bisa menghasilkan lulusan yang unggul.

Pendidikan mengalami disrupsi yang sangat hebat. Informasi dan pengetahuan baru menyebar dengan mudah dan aksesibel bagi siapa saja yang membutuhkannya. Hal ini merupakan tantangan dan sekaligus peluang penting bagi sektor pendidikan yang perlu mendapat perhatian serius, terutama pada persaingan di tingkat global (internasional).  

Dalam menghadapi persaingan global saat ini, salah satu cara untuk mendukung evolusi industri adalah dengan meningkatkan kemampuan perguruan tinggi dalam berinovasi, belajar, dan melatih. 

Sampai tahun 2024, Indonesia menduduki peringkat ke-34 dari 64 negara yang diukur dalam World Competitiveness Ranking IMD, naik dari posisi ke-44 pada tahun 2023. 

Jika dibandingkan negara ASEAN lainnya, Indonesia masih berada di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Meski demikian, posisi Indonesia masih lebih baik dibandingkan Filipina yang berada di peringkat 52 dari 64 negara.  

Universitas Islam Negeri Ar-Raniry (UINAR) Banda Aceh sedang menyiapkan diri untuk menjadi salah satu universitas bergensi di dunia, dan masuk dalam World Class University (WCU). 

Hal ini disampaikan oleh Rektor UINAR, Prof Dr Mujiburrahman, M.Ag pada rapat kerja pimpinan UINAR di beberapa waktu lalu. Pertanyaannya, apa itu WCU?, dan bagaimana strategi UINAR untuk mencapai bagian dari WCU.

Baca juga: Israel Bersiap Perang Lagi, AS Percepat Kirim Senjata Berat, Gencatan Senjata Gaza Terancam

Apa itu WCU?

World Class University (WCU) atau universitas kelas dunia adalah institusi pendidikan tinggi yang diakui secara global atas keunggulannya dalam pengajaran, penelitian, inovasi, dan dampaknya terhadap masyarakat. 

Universitas-universitas ini sering menduduki peringkat tinggi dalam pemeringkatan universitas internasional dan dikenal karena kemampuannya menarik talenta terbaik, mendapatkan dana penelitian yang signifikan, dan menghasilkan karya terobosan yang memengaruhi pengetahuan dan kebijakan global.

Dalam hal perangkingan, paling tidak ada dua metodologi yang paling dikenal bereputasi,yakni Times Higher Education (THE) World University Rankings, dan Quacquarelli Symonds (QS) World University Rankings. 

Agar sebuah universitas dapat menjadi kelas dunia, universitas tersebut harus terus berusaha untuk menjadi yang terbaik. Hal ini memiliki implikasi yang jelas terhadap kualitas pendidikan tinggi. 

Perbedaan sebuah universitas dan keunggulan akademisnya bergantung pada pemeliharaan tingkat keunggulan dan pencapaian akademik dan pendidikan yang tinggi dan bertahan lama.

Ekspektasi terhadap kualitas berbeda dari satu sudut pandang ke sudut pandang lainnya, tergantung pada faktor-faktor seperti kualitas pendidikan, proses, input dan output, visi dan misi, tujuan universitas, hasil pengajaran dan penelitian, status pekerjaan lulusan, dan keterlibatan mahasiswa. 

Strategi UINAR Menuju WCU

Pencapaian akreditasi unggul UIN Ar-Raniry Banda Aceh sebagai kampus PTKIN pertama yang divisitasi lapangan tanpa melalui konversi oleh BAN-PT pada akhir tahun 2023, menjadi momentum krusial dalam memperkuat posisinya di kancah pendidikan tinggi Islam nasional dan global sebagaimana yang diamanahkan dalam Renstra Tahap II (2020-2024). 

Baca juga: THR 2025 Karyawan Swasta Segera Cair, Ini Jadwal dan Aturannya

Setelah berhasil mengukuhkan visibilitasnya di Asia Tenggara dengan berbagai program, khususnya dalam aspek pendidikan, penelitian dan pengabdian internasional. Masuknya UIN Ar-Raniry dalam skema internasionalisasi Kementerian Agama RI, dengan target ambisius menuju QS 500 Asia pada tahun 2025, merupakan testamen dari ikhtiar untuk menjadikan salah satu kampus tertua di Aceh dan di PTKIN ini semakin memberikan manfaat dalam skala yang lebih besar. 

Target BAPPENAS adalah agar kampus-kampus di Indonesia masuk ke dalam kampus terbaik di Asia dan Dunia melalui Times Higher Education (THE) World University Rankings, dan Quacquarelli Symonds (QS) World University Rankings. 

Hal ini menjadikan skema internasionalisasi yang diusung, dengan fokus pada penguatan daya saing, relevansi, dan akses, menunjukkan visi yang jelas dan terukur sebagaimana target Renstra Tahap III (2025-2029) menjadikan UIN Ar-Raniry Banda Aceh sebagai kampus yang berkontribusi secara keilmuan pada skala nasional dan internasional sebagai 500 kampus terbaik di Asia pada tahun 2029. 

Status universitas kelas dunia mensyaratkan adanya karakteristik penting yang harus dimiliki. Karakteristik tersebut adalah konsentrasi talenta yang tinggi, sumber daya yang berlimpah, dan kebijakan yang dirancang untuk mendorong pengejaran keunggulan akademis dan pendidikan.

Pertama, peningkatan reputasi akademik dan kualitas SDM. UINAR adalah salah satu kampus yang mempunya talenta terbaik di lingkungan PTKIN Kementerian Agama RI. Oleh karenanya, landasan dari usaha menuju pengakuan internasional dan status akademik kelas dunia adalah dengan memperkuat reputasi akademik secara global. 

UINAR memiliki tenaga pengajar dan peneliti yang kompeten dan berkualitas, dengan latar belakang pendidikan dari universitas-universitas terkemuka di dalam dan luar negeri. Banyak dosen UINAR yang aktif dalam publikasi ilmiah di jurnal-jurnal internasional, serta terlibat dalam berbagai kegiatan penelitian dan kerjasama internasional.

Selain itu, UINAR telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang tercermin dari pencapaian akreditasi unggul untuk tingkat perguruan tinggi dari BAN-PT maupun fakta bahwa 50 persen dari 54 Program Studi dan 10 Fakultas/Pascasarjana yang terakreditasi unggul pada tahun 2024-2025 melalui Lembaga Akreditasi Mandiri. Plus upaya meningkatkan jumlah rasio program studi baru yang relevan terus diupayakan pada jenjang sarjana, magister dan doktoral. 

Dalam tahun 2025 ini saja, tercatat sesudah Prodi S1 Manajemen Bisnis Syariah, akan dibuka Prodi S1 Manajemen Industri Halal, Prodi S1 Manajemen Haji dan Umrah, Prodi S3 Studi Keislaman, Prodi S3 Ekonomi Syariah dan Fakultas Kedokteran dan lain sebagainya. 

Baca juga: Buah Mangga, Manfaatnya Sering Disepelekan Ternyata Memiliki Kandungan Terbaik untuk Tubuh

Dalam 2-3 tahun mendatang, skema peningkatan reputasi dan akreditasi secara internasional akan difokuskan di sejumlah Unit Pengelola Program Studi (UPPS) seperti Program Pascasarjana, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dan Fakultas Syariah dan Hukum. 

Disinilah kekhasan UINAR yang memiliki potensi untuk menjadi pusat studi kajian Islam yang terkemuka di kawasan Asia Tenggara, dengan fokus pada pengembangan kajian-kajian Islam yang moderat dan relevan dengan konteks kekinian dalam relevansinya dengan pendidikan sosial humaniora, pendidikan damai dan pendidikan kebencanaan dalam konteks global sebagaimana diwujudkan dalam kerjasama dengan AMAN Assembly di Thailand untuk membuka Prodi Studi Perdamaian Kelas Internasional.

Selain itu, ada sejumlah program untuk menerjemahkan penguatan reputasi akademik global, seperti  penguatan riset, pengabdian, inovasi dan vokasi, memperkuat sitasi, dan publikasi ilmiah, digitalisasi layanan akademik dan administrasi, peningkatan kinerja tenaga kependidikan dalam menghadapi program peningkatan kegiatan akademik  internasionalisasi. 

Dalam hal ini penyelenggaraan konferensi internasional secara berkala, sebagaimana yang sudah dan akan diupayakan dengan Atdikbud KJRI di Jeddah dan Atdikbud KBRI Riyadh di Arab Saudi dan Atdikbud KBRI di Canberra, Australia,untuk mempertemukan para ahli dan peneliti dari berbagai negara dan memperkuat skema riset, pertukaran budaya dan bahasa serta KKN internasional. 

Untuk membantu hal ini, di tengah kondisi dunia yang tidak mudah, UINAR idealnya akan menyediakan dana bagi penelitian ilmiah, membentuk kelompok riset, dan unit paten hasil penelitian serta membentuk scientific dan academic chairs secara bertahap. 

Saat ini UINAR sedang menjajaki kemungkinan kolaborasi dengan pemerintah Uni Emirat Arab dan Mubadala Investment Company serta beberapa kampus dan kedutaan besar di USA, Jepang, Jerman, Prancis dan Turki dan CSR Perusahaan Asing untuk menambah porsi beasiswa dan pertukaran akademik mahasiswa internasional dengan berbagai program mulai dari pertukaran mahasiswa, dosen, visiting professor, dan pengiriman staf ke luar negeri serta memperkuat kehadiran UINAR di platform-platform online, seperti website universitas, media sosial, dan basis data publikasi ilmiah, untuk meningkatkan visibilitas dan aksesibilitas informasi tentang UINAR. Hal ini juga erat kaitannya dengan reputasi akademik pegawai, dosen, mahasiswa dan juga kualitas luaran dan keterserapan alumni. 

Kedua, strategi pendirian kampus dengan infrastruktur yang representatif. Para pimpinan dan stakeholders di UINAR harus mempunyai perhatian besar untuk peningkatan kualitas fasilitas, terutama  infrastruktur yang diperlukan untuk memfasilitasi penciptaan keunggulan akademik dan pendidikan seperti kelas internasional dan perpustakaan digital berbasis kecerdasan buatan dan fasilitas olahraga dan asrama mahasiswa yang nyaman. Hal ini tentu saja sangat penting bagi para akademisi, peneliti dan mahasiswa internasional. 

UINAR harus memiliki laboratorium canggih yang memadai sangat penting untuk menghasilkan karya ilmiah dengan kaliber akademis yang tinggi. Fasilitas di setiap fakultas di UNAR harus memiliki standar yang tinggi, ramah difable, berbasis IT dan ruang belajar yang berstandar internasional.  

Baca juga: Negara dengan Durasi Puasa Terlama dan Terpendek di Dunia selama Ramadhan 2025

Selain itu, UINAR harus mempunyai inovasi dalam hal kurikulum, dengan pendekatan pedagogi yang inovatif, memastikan penyediaan fasilitas untuk pembelajaran aktif berorientasi OBE dan Student Center, pembelajaran berbasis kebutuhan pasar, serta kerja tim dan pembelajaran berbasis tehnologi informasi dan keterampilan kolaborasi. 

Di sini, prodi di UINAR khususnya Prodi S1 Psikologi, S1 Bimbingan Konseling Islam dan S1 Pendidikan Konseling diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengakomodir kaum difabel untuk berkuliah dan bahkan mendapatkan fasilitas pendidikan dan teknologi bantu yang layak di kampus.
 
Ketiga, strategi internasionalisasi yang relevan dan tepat. UINAR harus membentuk “The International Advisory Board”.  Salah satu Langkah yang harus dilakukan oleh UINAR untuk mencapai status universitas kelas dunia adalah pembentukan Dewan Penasihat Internasional. 

Adapun Tujuan dari IAB adalah untuk meninjau, mengevaluasi, dan memperkenalkan ide-ide inovatif dan analisis yang diambil dari pengalaman dan keahlian dari otoritas akademik dan industri internasional untuk membantu UINAR dalam meningkatkan status akademik dan pendidikannya. 

Dengan pondasi ini, ikhtiar membangun jaringan dan kerja sama internasional. Disinilah tata kelola dan cara pandang terhadap kerja sama harus dikoreksi tidak lagi berbasis MoU dan MoA, namun lebih berbasis tindak lanjut. Aktivitas dan aksi apa yang dijadikan portofolio keunggulan kompetitif untuk bekerja sama baik pertukaran sumber daya, fasilitas dan sarpras, keuangan maupun bentuk penguatan institusi dan jejaring. 

Salah satu bentuk Kerja sama yang harus dibangun adalah kerja sama berupa kelaborasi penelitian dan pengabdian yang dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Kolaborasi antara atau di antara para peneliti dari UINAR dengan kampus di luar negeri menjadi sangat penting untuk membangun citra kampus go international. 

Saat ini UINAR telah membangun kerja sama dengan universitas luar negeri regional Asia dan Australia, serta dengan berbagai negara donor dari Eropa dan Amerika. 
Meskipun jumlah mahasiswa internasional di UINAR masih relatif belum merata dari sisi keterwakilan negara, seiring dengan fokus lamanya di Asia Tenggara, maka reorientasi rekrutmen dan insentif bagi mahasiswa internasional perlu divariasikan kembali. 

Demikian juga dengan pola rekrutmen, skema pembelajaran, dan juga mekanisme kerjasama mulai dari pertukaran, rekognisi pembelajaran lampau dan juga pembiayaan studi dengan UKT Kerjasama dan pembayaran (installment) yang lebih mudah. 

Baca juga: Ibu Simpan Jasad Putrinya 6 Tahun di Apartemen, Nyalakan AC Terus sampai Jadi Mumi

Pilihan untuk menjaga ketersinambungan keberadaan mahasiswa internasional yang ditargetkan meningkatkan dari 90 menjadi 157 dalam dua tahun kedepan membutuhkan kejelian membangun kerja sama internasional lintas lini yang diharapkan meningkat sampai berjumlah 16 kerja sama pada tahun 2026. Maka dengan itu, prinsip kreatif, kolaboratif dan kompetitif dalam menjadikan pusat layanan internasional, kantor admisi dan kantor humas menjadi lini depan dalam mencapai target WUR membutuhkan waktu dan dukungan semua pemangku kepentibgan di kampus. 

Terakhir, dalam hal ini, kemauan kuat dan kepemimpinan universitas memainkan peran penting dalam memastikan bahwa perubahan menuju keunggulan internasional dapat dicapai dengan mengembangkan strategi yang dimiliki oleh universitas dan dengan menyediakan formula yang tepat dari reputasi akademik, peningkatan akses sarpras dan fasilitas serta skema internasionalisasi yang tepat untuk implementasi mencapai harapan yang diinginkan bersama. 

Dengan demikian harapan agar UINAR menjadi kampus energi kebangsaan dan menjadi simbol sinergi membangun negeri di dunia internasional dengan daya saing, akses dan relevansi yang khas bisa terwujudkan.(*)

PENULIS *)
- Prof. Dr. phil. Saiful Akmal, MA, adalah Ketua Pusat Layanan Internasional (PLI), UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
- Dr.iur Chairul Fahmi, M.A, adalah Alumni Georg August University, Goettingen, Jerman, PLI Network Koordinator untuk Eropa.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved