Ramadan 2025
Ini Dia Tradisi Ramadhan di Berbagai Dunia, Dari Drum Ottoman hingga Lentera Berwarna
Bagi sekitar 1,8 miliar umat Muslim di seluruh dunia, bulan suci ini adalah waktu untuk berdoa, memberi, dan mempraktikkan pengendalian diri, dengan b
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nur Nihayati
Ini Dia Tradisi Ramadhan di Berbagai Dunia, Dari Drum Ottoman hingga Lentera Berwarna
SERAMBINEWS.COM-Ramadan adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam yang dipenuhi dengan makna spiritual dan kebersamaan.
Biasanya berlangsung selama 29-30 hari, tergantung pada penampakan bulan.
Bagi sekitar 1,8 miliar umat Muslim di seluruh dunia, bulan suci ini adalah waktu untuk berdoa, memberi, dan mempraktikkan pengendalian diri, dengan berpuasa dari fajar hingga senja.
Namun, meskipun semua umat Muslim menjalankan ibadah puasa, tradisi dan cara merayakan Ramadan sangat bervariasi di berbagai negara.
Dari Turki hingga Indonesia, setiap negara memiliki kebiasaan unik yang membawa warna tersendiri bagi bulan suci ini.
Mari kita jelajahi beberapa tradisi Ramadan di berbagai negara, serta bagaimana mereka merayakan bulan penuh berkah ini dengan cara mereka sendiri.
Baca juga: Gegara Ketiduran hingga Belum Mandi Junub Sampai Lewat Waktu Subuh, Sah Puasanya?Ini Kata Buya Yahya
Tradisi Ramadan di Turki: Suara Drum Ottoman yang Menggugah
Jika Anda berkunjung ke Turki selama Ramadan, Anda akan merasakan suasana yang sangat meriah. Tradisi Ramadan di negara ini sudah ada sejak zaman Kekaisaran Ottoman.
Pada masa itu, sebelum ada jam alarm, penabuh drum berkeliling di jalan-jalan untuk membangunkan orang-orang untuk sahur, makanan yang dimakan sebelum fajar.
Yang menarik, para penabuh drum ini mengenakan kostum tradisional Ottoman, lengkap dengan fez dan rompi, memberikan sentuhan sejarah yang unik pada tradisi ini.
Selain sahur, berbuka puasa di Turki juga dipenuhi dengan manisan khas seperti baklava dan kue kering.
Setiap keluarga memiliki resep istimewa yang diwariskan turun-temurun.
Jika Anda berada di pasar-pasar Turki, Anda akan menemukan berbagai pilihan makanan manis yang menggugah selera, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi berbuka puasa di negara ini.
Tradisi Ramadan di Mesir: Lentera Fanous yang Memeriahkan Jalanan
Di Mesir, Ramadan adalah festival penuh warna. Salah satu tradisi paling ikonik adalah penggunaan lentera warna-warni yang dikenal dengan nama fanous.
Tradisi ini bermula pada abad ke-10 hingga ke-12, ketika penduduk Kairo menyalakan lilin di jalan untuk menyambut pemimpin yang datang pada hari pertama Ramadan.
| Lazisnu PWNU Aceh Salurkan Santunan Baju Hari Raya Anak Yatim |
|
|---|
| Doa Ramadhan Hari ke-27: Memohon Keutamaan Malam Lailatul Qadar dan Kemudahan dalam Urusan |
|
|---|
| Doa Ramadhan Hari ke-25: Memperkuat Cinta kepada Allah dan Sunah Nabi Muhammad SAW |
|
|---|
| Asyraf Aceh Bagikan 500 Paket Ramadhan 1446 Hijriah ke Seluruh Aceh |
|
|---|
| Jadwal Berbuka Puasa di Aceh Pukul Berapa? Ini Jadwal Berbuka di Aceh per Tanggal 24 Maret 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-doa-puasa-terbaru.jpg)