Jumat, 10 April 2026

Ramadan 2025

Ini Dia Tradisi Ramadhan di Berbagai Dunia, Dari Drum Ottoman hingga Lentera Berwarna

Bagi sekitar 1,8 miliar umat Muslim di seluruh dunia, bulan suci ini adalah waktu untuk berdoa, memberi, dan mempraktikkan pengendalian diri, dengan b

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nur Nihayati
Chat GPT
ILUSTRASI -Berikut merupakan tradisi Ramadhan di berbagai  Dunia 

Ini Dia Tradisi Ramadhan di Berbagai  Dunia, Dari Drum Ottoman hingga Lentera Berwarna

SERAMBINEWS.COM-Ramadan adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam yang dipenuhi dengan makna spiritual dan kebersamaan.

Biasanya berlangsung selama 29-30 hari, tergantung pada penampakan bulan.

Bagi sekitar 1,8 miliar umat Muslim di seluruh dunia, bulan suci ini adalah waktu untuk berdoa, memberi, dan mempraktikkan pengendalian diri, dengan berpuasa dari fajar hingga senja.

Namun, meskipun semua umat Muslim menjalankan ibadah puasa, tradisi dan cara merayakan Ramadan sangat bervariasi di berbagai negara.

Dari Turki hingga Indonesia, setiap negara memiliki kebiasaan unik yang membawa warna tersendiri bagi bulan suci ini.

 Mari kita jelajahi beberapa tradisi Ramadan di berbagai negara, serta bagaimana mereka merayakan bulan penuh berkah ini dengan cara mereka sendiri.

Baca juga: Gegara Ketiduran hingga Belum Mandi Junub Sampai Lewat Waktu Subuh, Sah Puasanya?Ini Kata Buya Yahya

Tradisi Ramadan di Turki: Suara Drum Ottoman yang Menggugah

Jika Anda berkunjung ke Turki selama Ramadan, Anda akan merasakan suasana yang sangat meriah. Tradisi Ramadan di negara ini sudah ada sejak zaman Kekaisaran Ottoman.

Pada masa itu, sebelum ada jam alarm, penabuh drum berkeliling di jalan-jalan untuk membangunkan orang-orang untuk sahur, makanan yang dimakan sebelum fajar.

Yang menarik, para penabuh drum ini mengenakan kostum tradisional Ottoman, lengkap dengan fez dan rompi, memberikan sentuhan sejarah yang unik pada tradisi ini.

Selain sahur, berbuka puasa di Turki juga dipenuhi dengan manisan khas seperti baklava dan kue kering.

Setiap keluarga memiliki resep istimewa yang diwariskan turun-temurun.

Jika Anda berada di pasar-pasar Turki, Anda akan menemukan berbagai pilihan makanan manis yang menggugah selera, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi berbuka puasa di negara ini.

Tradisi Ramadan di Mesir: Lentera Fanous yang Memeriahkan Jalanan

Di Mesir, Ramadan adalah festival penuh warna. Salah satu tradisi paling ikonik adalah penggunaan lentera warna-warni yang dikenal dengan nama fanous.

Tradisi ini bermula pada abad ke-10 hingga ke-12, ketika penduduk Kairo menyalakan lilin di jalan untuk menyambut pemimpin yang datang pada hari pertama Ramadan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved