Jumat, 24 April 2026

Ramadan 2025

Ini Dia Tradisi Ramadhan di Berbagai Dunia, Dari Drum Ottoman hingga Lentera Berwarna

Bagi sekitar 1,8 miliar umat Muslim di seluruh dunia, bulan suci ini adalah waktu untuk berdoa, memberi, dan mempraktikkan pengendalian diri, dengan b

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nur Nihayati
Chat GPT
ILUSTRASI -Berikut merupakan tradisi Ramadhan di berbagai  Dunia 

Seiring waktu, lilin-lilin ini berevolusi menjadi lentera berpola indah yang dipasang di jalan-jalan. Anak-anak juga sering membawa lentera ini sambil bernyanyi dan meminta permen.

Tidak hanya lentera yang menjadi ciri khas Ramadan di Mesir, tetapi juga semangat kebersamaan yang terjalin saat berbuka puasa.

Masyarakat Mesir sangat antusias dengan berbuka puasa, dan berbagai hidangan lezat seperti fattah (nasi dengan daging dan saus tomat) menjadi sajian utama saat berbuka.

Tradisi Ramadan di Uni Emirat Arab: Haq al Laila dan Hidangan Harees


Di Uni Emirat Arab (UEA), tradisi Ramadan juga memiliki warna tersendiri.

Sebulan sebelum Ramadan, pada tanggal 15 Sha'ban, masyarakat merayakan haq al laila, yang mirip dengan tradisi trick or treat di Barat.

Anak-anak mengenakan pakaian cerah dan berkeliling lingkungan untuk mengumpulkan permen dan kacang-kacangan.

Namun, tidak hanya itu, UEA juga memiliki hidangan khas untuk berbuka puasa, salah satunya adalah harees, yaitu gandum rebus yang dibumbui dengan daging.

Hidangan ini memberikan kehangatan dan kenikmatan saat berbuka, menggambarkan betapa pentingnya berbagi dan kebersamaan di bulan Ramadan.

Tradisi Ramadan di Maroko: Nafar dan Hidangan Berbuka yang Menggugah

Di Maroko, ada tradisi unik yang mirip dengan penabuh drum di Turki, yaitu nafar.

Nafar bertugas membangunkan masyarakat untuk sahur dengan cara yang khas: menyanyikan lagu-lagu doa sambil berjalan di jalanan.

Mereka mengenakan pakaian tradisional Maroko dan tidak hanya membangunkan, tetapi juga memberikan suasana sakral dengan lantunan doa.

Berbicara soal berbuka puasa, orang Maroko memulainya dengan makanan ringan seperti kurma dan jus, lalu dilanjutkan dengan hidangan berat seperti harir (sup tomat dengan miju-miju dan rempah), telur rebus, kue kering, dan ikan goreng.

Hidangan-hidangan ini menggambarkan betapa pentingnya berbagi kebahagiaan dalam keluarga dan komunitas saat berbuka puasa.

Tradisi Ramadan di Indonesia: Padusan dan Nyekar sebagai Penyucian Jiwa

Indonesia, dengan mayoritas penduduk Muslim, memiliki tradisi Ramadan yang sangat khas.

Salah satunya adalah padusan, ritual penyucian diri dengan mandi sebagai persiapan sebelum berpuasa. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved