Ramadan 2025
Ini Dia Tradisi Ramadhan di Berbagai Dunia, Dari Drum Ottoman hingga Lentera Berwarna
Bagi sekitar 1,8 miliar umat Muslim di seluruh dunia, bulan suci ini adalah waktu untuk berdoa, memberi, dan mempraktikkan pengendalian diri, dengan b
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nur Nihayati
Seiring waktu, lilin-lilin ini berevolusi menjadi lentera berpola indah yang dipasang di jalan-jalan. Anak-anak juga sering membawa lentera ini sambil bernyanyi dan meminta permen.
Tidak hanya lentera yang menjadi ciri khas Ramadan di Mesir, tetapi juga semangat kebersamaan yang terjalin saat berbuka puasa.
Masyarakat Mesir sangat antusias dengan berbuka puasa, dan berbagai hidangan lezat seperti fattah (nasi dengan daging dan saus tomat) menjadi sajian utama saat berbuka.
Tradisi Ramadan di Uni Emirat Arab: Haq al Laila dan Hidangan Harees
Di Uni Emirat Arab (UEA), tradisi Ramadan juga memiliki warna tersendiri.
Sebulan sebelum Ramadan, pada tanggal 15 Sha'ban, masyarakat merayakan haq al laila, yang mirip dengan tradisi trick or treat di Barat.
Anak-anak mengenakan pakaian cerah dan berkeliling lingkungan untuk mengumpulkan permen dan kacang-kacangan.
Namun, tidak hanya itu, UEA juga memiliki hidangan khas untuk berbuka puasa, salah satunya adalah harees, yaitu gandum rebus yang dibumbui dengan daging.
Hidangan ini memberikan kehangatan dan kenikmatan saat berbuka, menggambarkan betapa pentingnya berbagi dan kebersamaan di bulan Ramadan.
Tradisi Ramadan di Maroko: Nafar dan Hidangan Berbuka yang Menggugah
Di Maroko, ada tradisi unik yang mirip dengan penabuh drum di Turki, yaitu nafar.
Nafar bertugas membangunkan masyarakat untuk sahur dengan cara yang khas: menyanyikan lagu-lagu doa sambil berjalan di jalanan.
Mereka mengenakan pakaian tradisional Maroko dan tidak hanya membangunkan, tetapi juga memberikan suasana sakral dengan lantunan doa.
Berbicara soal berbuka puasa, orang Maroko memulainya dengan makanan ringan seperti kurma dan jus, lalu dilanjutkan dengan hidangan berat seperti harir (sup tomat dengan miju-miju dan rempah), telur rebus, kue kering, dan ikan goreng.
Hidangan-hidangan ini menggambarkan betapa pentingnya berbagi kebahagiaan dalam keluarga dan komunitas saat berbuka puasa.
Tradisi Ramadan di Indonesia: Padusan dan Nyekar sebagai Penyucian Jiwa
Indonesia, dengan mayoritas penduduk Muslim, memiliki tradisi Ramadan yang sangat khas.
Salah satunya adalah padusan, ritual penyucian diri dengan mandi sebagai persiapan sebelum berpuasa.
| Lazisnu PWNU Aceh Salurkan Santunan Baju Hari Raya Anak Yatim |
|
|---|
| Doa Ramadhan Hari ke-27: Memohon Keutamaan Malam Lailatul Qadar dan Kemudahan dalam Urusan |
|
|---|
| Doa Ramadhan Hari ke-25: Memperkuat Cinta kepada Allah dan Sunah Nabi Muhammad SAW |
|
|---|
| Asyraf Aceh Bagikan 500 Paket Ramadhan 1446 Hijriah ke Seluruh Aceh |
|
|---|
| Jadwal Berbuka Puasa di Aceh Pukul Berapa? Ini Jadwal Berbuka di Aceh per Tanggal 24 Maret 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-doa-puasa-terbaru.jpg)