RAMADHAN MUBARAK

Menjadi Ramadan Terbaik dalam Hidup Kita

KITA semua patut bersyukur, sebab Allah masih memberikan kita kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan Ramadhan

Editor: mufti
IST
Prof. Dr. Ir. Marwan. Rektor Universitas Syiah Kuala 

Oleh Prof. Dr. Ir. Marwan. Rektor Universitas Syiah Kuala

KITA semua patut bersyukur, sebab Allah masih memberikan kita kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan Ramadhan. Kesempatan untuk kembali membenahi diri. Kesempatan besar untuk meraih ampunan dan Rahmat-Nya Allah SWT.

Setahun lalu, saat kita berpisah dengan Ramadhan sebelumnya. Kita mungkin pernah berdoa, semoga Allah memberikan kita kesempatan untuk bertemu kembali dengan Ramadhan tahun ini. Doa serupa, juga diucapkan orang-orang muslim lainnya.

Namun kita menyaksikan, betapa banyak orang yang tidak mendapatkan kesempatan untuk bertemu pada Ramadhan tahun ini. Mereka telah terlebih dahulu pergi meninggalkan kehidupan dunia ini untuk selamanya. Orang-orang itu mungkin saja adalah orang terdekat dalam hidup kita. Orang tua, saudara, kerabat atau siapapun yang telah kita kenal dengan baik.

Maka Ramadan tahun ini, bukan hanya bermakna bahwa Allah masih memberikan kita kesempatan untuk lebih dekat kepadaNya. Tapi Ramadhan ini menjadi pengingat, bahwa tahun ini harus menjadi Ramadhan terbaik dalam hidup kita. Sebab hanya dengan kesadaran seperti itulah, kita akan menjalani hari-hari di bulan yang mulia dengan penuh kesungguhan. 

Hanya saja, kita perlu selalu mengingatkan diri ini, bahwa Ramadhan yang mulia dengan segala kelebihannya itu tidak cukup hanya ada di alam persepsi. Tidak cukup hanya ada dalam luapan kegembiraan karena kita kembali bertemu. Kita harus membuktikan kegembiraan ini dengan amal-amal shalih, yang dilakukan dengan penuh kesungguhan di bulan Ramadan ini. 

Dengan demikian, Ramadhan tahun ini benar-benar memiliki makna dalam hidup kita. Salah satu indikator bahwa Ramadhan ini memiliki makna dalam hidup kita adalah, jika hadirnya Ramadhan mampu memberi pengaruh yang baik dalam diri kita. Tidak hanya ketika kita masih bersamanya, bahkan setelah kita berpisah dengannya.

Kita tentu tidak hanya ingin menjadi hamba-hamba yang ramadani, yang vitalitas amal shalihnya hanya hidup di bulan Ramadhan. Namun, kita harus menjadi hamba yang Rabbani yaitu yang seluruh hidupnya dalam bingkai nilai-nilai Rabbani, yang lahir dan terbentuk selama Ramadan.

Mari kita perhatikan sebuah hadis yang sangat familiar tentang Ramadhan yaitu: “Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”  (HR. Bukhari dan Muslim). 

Hadis ini memberi pesan bagi kita semua, bahwa iman menjadi landasan penting bagi kita untuk menjalani hari-hari di bulan Ramadhan ini. Selain itu, kata kunci agar ibadah puasa kita diterima Allah adalah adanya keikhlasan dalam melakukan amal shalih tersebut.

Ya, keikhlasan yang kita siapkan di bulan Ramadhan ini, akan menciptakan rantai keshalihan di setiap kebaikan yang kita lakukan. 

Di Universitas Syiah Kuala, kami punya motto yang telah menjadi identitas sivitas kampus ini yaitu “Kejujuran, Keikhlasan dan Kebersamaan”. Tiga kata inilah yang selama ini menjadi ruh USK dalam mencapai visi dan misinya. Karena itulah, ibadah puasa ini berbeda dengan ibadah lainnya. 

Allah mengangkat memberikan keistimewaan puasa yang tak ada dalam ibadah yang lain. Seperti yang ditegaskan Allah dalam hadits qudsi, “Puasa itu milik-Ku dan Akulah yang akan memberi ganjarannya.” (Muttafaq Alaih).

Mungkin kita bertanya, apakah shalat, umrah, sedekah dan yang lainnya bukan untuk Allah? Tentu. Lalu kenapa puasa disebutkan secara khusus? Allah berfirman, “Puasa adalah untuk-Ku,”karena di dalam puasa keikhlasan kita itu benar-benar diuji.

Kita bisa saja makan dan minum saat sunyi. Meskipun kesempatan dan kesanggupan melakukan hal-hal yang membatalkan puasa selalu tersedia. Namun kita sadar untuk tidak melakukannya. Itulah keikhlasan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved