Rabu, 6 Mei 2026

Kupi Beungoh

Membangun Komitmen Baitul Mal dalam Pengelolaan Zakat di Propinsi Aceh

Makna Zakat adalah tumbuh dan berkah adalah bagi orang yang menunaikan Zakat, dan hartanya terus berkembang dan berkah bagi kehidupannya.

Tayang:
Editor: Agus Ramadhan
FOR SERAMBINEWS.COM
Dosen STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr Mukhsinuddin MM 

Pada dasarnya zakat ini adalah kewajiban orang kaya untuk menunaikan hak fakir miskin sebagai tanda kesyukurannya telah diberikan kelebihan harta.

Dengan membayar zakat diharapkan tak hanya membersihkan harta bagi yang telah wajib zakat, akan tetapi juga menyucikan hatinya (QS At-Taubah: 103) juga dijelaskan suci dari sifat tamak dan sifat kikir sebagaimana dalam Alquran (QS An-Nisa’: 128). 

Menunaikan  zakat tidak hanya terkandung dimensi teologis tentang ketaatan seorang hamba terhadap Rabb-nya.

Tapi juga sebagai  dimensi sosiologis untuk menggugah kesadaran kemanusiaan kita. Bahwa dalam harta kita ada hak orang yang tak mampu.  

Zakat mengajarkan kita tentang bentuk nyata mewujudkan cita-cita keadilan sosial.

Harta kekayaan kita tidak boleh berputar di golongan orang-orang kaya saja, dengan zakat diharapkan akan dapat mempersempit jurang antara si kaya dengan si miskin, dalam arti keadilan sosial akan benar-benar terwujud dalam menata kehidupan ini.

Namun, salah satu keprihatinan saat ini ialah rendahnya kesadaran orang Islam membayar zakat.

Bahkan, tak sedikit dari mereka yang menganggap zakat yang wajib dibayar hanyalah pada zakat fitrah yang ditunaikan menjelang hari raya Idul Fitri.

Padahal, masih banyak macam-macam zakat seperti zakat emas, perak, hasil perdagangan, pertanian, peternakan, dan pendapatan lainnya.

Jadi dari itu perlu ditumbuhkan semangat membayar zakat di kalangan orang muslim.  

Bila Zakat ini  dikelola secara baik dan profesional tentu akan sangat berguna untuk pemberdayaan dan kesejahteraan umat Islam secara umumnya.  

Penduduk Indonesia sendiri yang mana secara demografi mayoritas Islam tentu sangat potensial dalam upaya menghimpun zakat.

Namun, realita yang terjadi saat ini potensi ini belum maksimal  sesuai harapan kita semua.  

Zakat yang telah terkumpul secara nasional masih sangat jauh dari target yang diharapkan.

Dan Jumlah zakat yang terkumpul secara nasional belum terlaksana dengan optimal.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved