Berita Aceh Barat

Aceh Barat Bentuk Satgas Kendali Mutu dan Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit

“Kesehatan adalah hak dasar yang harus dijaga dan diberikan dengan baik kepada masyarakat,” kata Bupati.

Penulis: Sadul Bahri | Editor: Saifullah
Foto/dok Kominsa Aceh Barat
SOSIALISASI PEMBENTUKAN SATGAS - Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM dan Wakil Bupati, Said Fadheil saat membuka sosialisasi pembentukan Satgas Kendali Mutu dan Pelayanan Kesehatan, Jumat (14/3/2025), di Aula Cut Nyak Dhien, Kantor Bappeda di Meulaboh. 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat secara resmi meluncurkan Satuan Tugas (Satgas) Kendali Mutu dan Pelayanan Kesehatan. 

Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut. 

Sosialisasi Surat Keputusan Bupati Nomor 156 Tahun 2025 terkait Pembentukan Satgas tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM, yang didampingi oleh Wakil Bupati, Said Fadheil, SH, di Aula Cut Nyak Dhien, Kantor Bappeda, Jumat (14/3/2025), dan ikut dihadiri oleh anggota DPRK Aceh Barat dari Komisi D.

Bupati Tarmizi menjelaskan, bahwa pembentukan Satgas ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, dengan melibatkan tidak hanya unsur pemerintah, tetapi juga organisasi kepemudaan (OKP) dan organisasi masyarakat (Ormas). 

Menurutnya, kualitas pelayanan kesehatan merupakan layanan dasar yang harus diberikan dengan serius kepada masyarakat.

“Kesehatan adalah hak dasar yang harus dijaga dan diberikan dengan baik kepada masyarakat,” kata Bupati. 

“Ini adalah prioritas utama selain pendidikan dan ekonomi,” tuturnya. 

“Untuk itu, kita bentuk Satgas ini agar mutu layanan kesehatan bisa terus meningkat,” ujar Tarmizi.

Tarmizi menekankan, pentingnya langkah-langkah preventif atau pencegahan dalam mengurangi angka penyakit di masyarakat. 

Selain itu, ia juga berharap agar kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit di Aceh Barat bisa pulih, terutama dengan memperbaiki mutu pelayanan yang ada. 

"Setiap keputusan dalam sistem kesehatan harus diambil secara objektif dan profesional," tegas Bupati.

Bupati juga menyoroti masalah yang selama ini dihadapi oleh masyarakat, yaitu tingginya angka rujukan ke luar daerah karena pelayanan kesehatan di Aceh Barat yang belum optimal. 

Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen rumah sakit, mulai dari dokter, manajemen, dewan pengawas, hingga tenaga kontrak, untuk bersatu dan bekerja sama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Aceh Barat.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi D DPRK Aceh Barat, Tgk Bakhtiar menekankan, pentingnya melakukan evaluasi terhadap akar masalah yang ada dalam sistem kesehatan di daerah tersebut. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved