Perang Gaza

Hanya Minta Bebaskan Sandera, Hamas Tolak Proposal Gencatan Senjata AS

Utusan Timur Tengah AS Steve Witkoff dilaporkan mengusulkan perpanjangan gencatan senjata hingga 20 April sebagai imbalan atas pembebasan lima tawanan

Editor: Ansari Hasyim
khaberni/tangkap layar
BEBASKAN SANDERA- Tangkap layar Khaberni yang menunjukkan petempur Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, berbaris di lokasi pembebasan 3 sandera Israel, di Khan Yunis, Sabtu (15/2/2025). Israel menunda pembebasan ratusan tahanan Palestina yang telah direncanakan untuk dibebaskan. 

SERAMBINEWS.COM - Hamas telah menolak proposal AS memperpanjang gencatan senjata Gaza selama beberapa minggu sebagai imbalan atas pembebasan 15 tawanan dan dimulainya kembali bantuan ke Gaza, menurut laporan pada hari Jumat.

Utusan Timur Tengah AS Steve Witkoff dilaporkan mengusulkan perpanjangan gencatan senjata hingga 20 April sebagai imbalan atas pembebasan lima tawanan Israel dan 10 mayat oleh kelompok Palestina.

Hamas telah berulang kali menolak proposal AS dan Israel untuk memperpanjang fase pertama gencatan senjata.

Israel telah sepakat pada bulan Januari untuk merundingkan persyaratan gencatan senjata tahap kedua tetapi sekarang menolak untuk melakukannya.

Hamas akan Bebaskan Tawanan AS-Israel jika Israel Terapkan Kesepakatan Gencatan Senjata

Hamas mengatakan pihaknya hanya akan melepaskan tawanan Amerika-Israel Edan Alexander dan empat tawanan lainnya jika Israel menerapkan perjanjian gencatan senjata yang ada di Gaza, dan menyebutnya sebagai kesepakatan luar biasa yang bertujuan untuk mengembalikan kesepakatan ke jalurnya.

Baca juga: Utusan Trump ke Timur Tengah saat Pembicaraan AS-Hamas untuk Pembebasan Sandera Berlangsung

Associated Press, mengutip seorang pejabat senior Hamas yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kelompok Palestina menuntut agar pembicaraan yang telah lama tertunda mengenai tahap kedua gencatan senjata perlu dimulai pada hari pembebasan dan berlangsung tidak lebih dari 50 hari.

Israel juga perlu melanjutkan masuknya bantuan kemanusiaan dan menarik diri dari Koridor Philadelphi sepanjang perbatasan Gaza dengan Mesir.

Tidak ada komentar langsung dari Israel, di mana kantor-kantor pemerintah ditutup untuk Sabat mingguan.

Gaza Diambang Bencana Besar, Negosiasi Lanjutan Kesepakatan Gencatan Senjata Terhenti

Mengutip laporan jaringan berita Al Jazeera situasi di Gaza berubah dari kritis menjadi bencana besar menyusul negosiasi tentang kesepakatan gencatan senjata semakin dekat, terutama karena Utusan Khusus AS Steve Witkoff mengatakan bahwa Hamas memiliki tuntutan dan proposal yang tidak realistis di balik pintu tertutup.

Proposal jembatan yang dia ajukan berbicara tentang perpanjangan status quo dan Hamas melepaskan tawanan dengan imbalan bantuan kemanusiaan.

Menurut laporan tersbut apa yang Witkoff tidak bicarakan adalah gencatan senjata yang akan permanen, atau fase dua.

Perpanjangan melewati Ramadhan dan Paskah dijadikan sebagai kesempatan untuk mendiskusikan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Sementara itu, hal ini telah mengurangi kekhawatiran bahwa AS mengambil tindakan terlalu jauh ketika Israel tidak siap untuk berbicara tentang mengakhiri perang.

Sementara itu, kabar yang akan disambut baik di Israel adalah Adam Boehler, calon utusan khusus urusan penyanderaan, telah menarik pencalonannya dan tampaknya tidak lagi terlibat dalam perundingan.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved