Sabtu, 11 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Dandim Targetkan Koramil di Aceh Tamiang Bisa Membangun Jalan Tani

“Salah satu kendala yang dihadapi petani kita itu adalah akses, mereka kesulitan membawa hasil panennya,” kata Andi di ruang kerjanya.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia/ Rahmad Wiguna
JALAN TANI - Dandim 0117/Atam, Letkol Inf Andi Ariyanto menargetkan setiap Koramil membangun jalan tani untuk memudahkan petani mengangkut hasil panen. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Seluruh Koramil di Aceh Tamiang ditargetkan membangun jalan tani di teritorial masing-masing.

Porgram ini bertujuan mendukung Asta Cita Presiden Prabowo dalam mewujudkan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Komandan Kodim (Dandim) 0117/Atam, Letkol Inf Andi Ariyanto menjelaskan, program membangun jalan tani ini merupakan arahan Pangdam IM dan Danram 011/Lilawangsa.

Program ini bertujuan memudahkan petani mengangkut hasil panennya.

“Salah satu kendala yang dihadapi petani kita itu adalah akses, mereka kesulitan membawa hasil panennya,” kata Andi di ruang kerjanya, Senin (17/3/2025).

Dengan kehadiran jalan tani, para petani sudah memiliki akses yang lebih mudah membawa hasil panennya ke truk pengangkutan.

Jalan tani ini sendiri berupa jalan pintas yang beberapa di antaranya dilengkapi titi kecil.

“Satu Koramil ditargetkan satu jalan tani, dan ini arahan langsung Bapak Pangdam dan Danrem demi kesejahteraan rakyat,” ulangnya.

Andi menjelaskan dukungan mewujudkan ketahanan pangan ini juga sudah dilakukan pada sektor lain.

Misalnya membantu membuat sumur bor, membersihkan embung sawah dan mengerahkan Babinsa untuk mendampingi petani menjual langsung gabah kepada Bulog.

Program terakhir ini merupakan salah satu prioritas yang berkaitan erat dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Diketahui pemerintah telah menetapkan harga gabah panen kering (GPK) Rp 6.500 per kilogram di Bulog.

“Di lapangan, program Presiden ini harus kami kawal karena masih ada petani yang menjual ke tengkulak,” ucap Andi.

Ada beberapa faktor yang membuat petani menjual ke tungkulak dengan harga lebih rendah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved