Selasa, 28 April 2026

Rapor Pendidikan  2025 Diumumkan, Aceh Naik Kelas

Pencapaian ini menempatkan Aceh pada kategori "Tuntas Pratama". Ini menandakan adanya peningkatan dari kategori tahun sebelumnya, yaitu “Tuntas Muda”.

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Faisal Zamzami
Istimewa
DISDIK ACEH - Marthunis ST, DEA, Kepala Dinas Pendidikan Aceh. Rapor Pendidikan Aceh tahun 2025 menunjukkan tren positif dengan indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) mencapai 70,67.   

Laporan Yarmen Dinamika | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Rapor Pendidikan Aceh tahun 2025 menunjukkan tren positif dengan indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) mencapai 70,67.  Artinya, rapor pendidikan Aceh tahun ini naik dibandingkan tahun lalu.

Pencapaian ini menempatkan Aceh pada kategori "Tuntas Pratama". Ini menandakan adanya peningkatan dari kategori tahun sebelumnya, yaitu “Tuntas Muda”. 

Permendagri Nomor 59 Tahun 2021 tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimum (SPM) menetapkan enam kategori capaian pendidikan secara berurutan, yaitu belum tuntas, tuntas muda, tuntas pratama, tuntas madya, tuntas utama, dan paripurna. 

Rapor pendidikan ini diketahui berdasarkan hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) yang dilaksanakan pada Agustus 2024 dan diunumkan pada medio Maret 2025.

Data lengkapnya dapat diunduh pada https://raporpendidikan.dikdasmen.go.id

Selain itu, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) juga dijadikan dasar, terutama dalam menghitung akses pendidikan. 

Baca juga: Sambut Ramadhan, Disdik Aceh Hadirkan Aneka Program dan Ajak Siswa Tuangkan Resolusi Lewat Esai

Ibarat hasil lab

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Aceh,  Marthunis ST, DEA,  peningkatan rapor pendidikan Aceh tahun 2025 ditopang utamanya dari kinerja kemampuan literasi dan numerasi murid Aceh yang meningkat lebih tinggi dibandingkan indikator lainnya, seperti kualitas pembelajaran, iklim keamanan, iklim kebinekaan, dan lainnya. 

Marthunis  menambahkan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak dalam dunia pendidikan. 

Ia mengibaratkan rapor pendidikan itu seperti hasil laboratorium, di mana staf dinas pendidikan bertindak layaknya dokter spesialis yang mendiagnosis, meresepkan solusi, dan mengamati efektivitasnya.

"Ini ibarat hasil lab.  Civitas dinas pendidikan adalah dokter spesialis yang akan mendiagnosis, membuat resep obat, dan melakukan observasi apakah diagnosisnya benar serta resep perbaikan manjur," ujar suami dokter ini.

Meski demikian, Marthunis menegaskan bahwa capaian ini bukanlah titik akhir. 

Baca juga: 726 Guru PAI SMA/SMK di Aceh Belum Ikuti PPG, Disdik Target Tuntaskan PPG Dalam Jabatan Tahun 2025

Ia mengajak seluruh civitas akademika di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh untuk tidak berpuas diri dan terus bekerja meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Rencong.

"Masih ada daerah lain dengan capaian lebih tinggi dari kita. Ini tugas bersama yang harus terus kita tingkatkan. Mari kita apresiasi hasil yang ada, tetapi tetap berupaya lebih baik. Kita upayakan tahun depan dapat meningkat ke Tuntas Madya," imbuhnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved