RAMADHAN MUBARAK
Ramadhan Momentum Tingkatkan Etos Kerja
Ibadah puasa merupakan ibadah yang dirancang Allah SWT agar terjadi transformasi diri. Dari kategori beriman menjadi bertakwa.
Oleh Marthunis ST D.EA, Kadis Pendidikan Aceh
Ibadah puasa merupakan ibadah yang dirancang Allah SWT agar terjadi transformasi diri. Dari kategori beriman menjadi bertakwa. Hal ini jamak diketahui berdasarkan Ayat 183 dari Surat Al Baqarah, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu puasa sebagaimana diwajibkan puasa pada kaum sebelum kamu, dengan tujuan mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertakwa”.
Berpuasa yang identik dengan tidak makan dan minum serta berhubungan seksual, sering dijadikan alasan oleh sebagian muslim untuk melambatkan ritme aktivitas sehari-sehari. Bahkan ada yang salah kaprah dengan memperbanyak istirahat atau tidur, karena mempersepsikan secara salah tentang sebuah hadits yang mengatakan bahwa selama berpuasa Ramadhan, tidur pun bernilai ibadah.
Banyak kejadian besar dalam sejarah Islam dan bangsa Indonesia terjadi di bulan puasa. Salah satunya adalah perang badar. Perang Badar merupakan perang pertama dan eksistensial bagi komunitas muslim pertama di Madinah. Komunitas yang baru dibentuk Nabi Muhammad SAW di Madinah ingin dihancurkan oleh Kaum Quraiys di Makkah.
Pasukan Nabi Muhammad SAW berjumlah sekitar 313 orang, sedangkan pasukan Qurays berjumlah 3 kali lipat, yaitu 1.000 lebih tentara. Perang Badar terjadi pada bulan Ramadhan dan dimenangkan oleh kaum muslim. Kemenangan ini bermakna produktivitas dari kaum muslimin meningkat tiga kali dibandingkan dengan tentara kafir bahkan lebih.
Kemudian, kemerdekaan Indonesia juga diproklamirkan di bulan Ramadhan, tepatnya 9 Ramadhan 1347 H. Lapar dan dahaga akibat berpuasa tidak menyebabkan para pejuang kemerdekaan memperlambat kinerjanya, bahkan memacu dan berpikir cerdas dalam memanfaatkan kondisi ‘vacuum of power’ di antara kekalahan Jepang terhadap sekutu dengan kedatangan kembali tentara Belanda dan sekutunya.
Para atlet profesional muslim kelas dunia juga berprestasi selama berpuasa. Muhammad Salah, striker andalan klub Liverpool tetap mencetak gol jika bermain saat berpuasa. Bahkan Sir Mo Farah, pelari marathon muslim, meraih emas untuk nomor 10 km pada Olimpiade London 2012. Raihan tersebut terjadi pada saat ia berpuasa, bertepatan pada 16 Ramadhan 1433 H atau 4 Agustus 2012.
Beberapa contoh tersebut membuktikan bahwa Ramadhan bukan momen untuk memperlambat kerja, malah dapat meningkatkan produktivitas. Dikatakan produktif adalah apabila upaya yang sama namun menghasilkan hasil yang lebih baik.
Ramadhan memang diberikan keistimewaan, yaitu perbuatan yang baik mendapatkan pahala yang berlipat dibanding dilakukan di luar Ramadhan. Allah SWT dalam hadits Qudsi mengatakan, “Puasa itu untuk-Ku, maka Aku-lah yang akan membalasnya”.
Keimanan terhadap keutamaan puasa Ramadhan menjadi sebab semangat untuk berbuat baik meningkat. Distraksi oleh godaan syaithan juga diminimalisir karena Allah SWT membelenggu syaithan selama bulan suci ini. Perilaku iman yang dibiasakan selama Ramadhan menjadi sebab naik kelas menjadi takwa. Apa saja perbuatan iman?
Surat Al Mukminun Ayat 1-9 menjelaskan kebiasaan orang beriman, yaitu fokus, menghindari hal yang sia-sia, gemar berbagi, menjaga kesusilaan, amanah dan tepat janji dan disiplin waktu.
Kebiasaan ini apabila dilakukan selama bulan penuh selama Ramadhan, maka akan membentuk karakter takwa yang berbuah pada etos kerja dan produktivitas yang meningkat secara eksponensial. Inilah rahasia dari firman Allah SWT, “Jangan rendah diri dan khawatir, kamu adalah paling hebat seandainya kamu beriman”. (Ali Imran:139). Semoga Ramadhan tahun ini membuat kita lebih giat bekerja dan produktif sehingga membawa berkah dan kemakmuran bagi Aceh.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Pendidikan-Aceh-Marthunis-ST-DEA-2.jpg)