Serambi Ramadhan

Amalan Ringan di 10 Malam Terakhir Ramadhan

Dengan amalan ringan ini, siapa pun bisa meraih keberkahan Ramadhan, bahkan di tengah kesibukan sehari-hari. TGK BURHANUDDIN

Editor: mufti
YOUTUBE SERAMBINEWS
Anggota DPP ISAD Aceh, Tgk Burhanuddin, MA saat menjadi narasumber dalam program khusus 'Serambi Ramadhan' yang disiarkan secara langsung di YouTube Serambinews, Senin (8/4/2024), dipandu oleh Jurnalis Serambi, Yeni Hardika. 

Dengan amalan ringan ini, siapa pun bisa meraih keberkahan Ramadhan, bahkan di tengah kesibukan sehari-hari. TGK BURHANUDDIN, Pengurus ISAD Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ramadhan adalah bulan yang dinanti-nanti oleh umat Muslim di seluruh dunia. Bulan penuh berkah, ampunan, dan peluang emas untuk meraih pahala berlimpah. 

Namun, tahukah bahwa 10 hari terakhir Ramadhan menyimpan keistimewaan yang luar biasa? Di malam-malam terakhir ini, Allah SWT menjanjikan malam Lailatul Qadar. Ialah malam yang lebih baik dari seribu bulan (sekitar 83 tahun). 

Bayangkan, satu malam yang setara dengan ibadah puluhan tahun! Namun, bagaimana caranya meraih keutamaan ini, terutama bagi mereka yang sibuk dengan pekerjaan atau memiliki keterbatasan.  

Dalam podcast Serambinews, Tgk Burhanuddin SPdI MA, Dosen STAI Tgk Chiek Pante Kulu dan Pengurus ISAD Aceh, Kamis (20/3/2025), membahasnya dengan judul ‘Amalan Ringan di Malam 10 Terakhir Ramadhan.’ 

Tgk Burhanduddin menjelaskan, meski sibuk, umat Muslim tetap bisa meraih keutamaan Lailatul Qadar dengan amalan ringan yang mudah dilakukan. Secara harfiah Lailatul Qadar adalah malam keutamaan, diantara keutamaannnya adalah sekiranya seorang mukmin beribadah pada malam itu.

“Maka, malam Lailatul Qadar ia seakan-akan lebih baik dari beribadah seribu bulan. Hitunagan seribu bulan ini kira-kira 83 tahun secara terus menerus,” ungkap Tgk. Burhanuddin dalam Podcast edisi Serambi Ramadhan, Kamis (20/3).  

Salah satu amalan yang ditekankan adalah menjaga shalat fadhu berjamaah. “Keutamaan shalat Insya berjamaah seperti shalat separuh malam, dan subuh berjamaah seperti shalat sepanjang malam,” ujar Tgk Burhanuddin.

Nabi SAW bersabda: “Siapa yang shalat pada Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap ridha Allah, dosa-dosanya diampuni.” (HR Bukhari-Muslim).  

Menjaga shalat fardhu, terutama maghrib, insya, dan subuh adalah kunci utama. Shalat Insya berjamaah dianggap seperti shalat separuh malam, sementara subuh berjamaah seperti shalat sepanjang malam.

Selanjutnya adalah memperbanyak sedekah di bulan Ramadhan. Bersedekah di bulan Ramadhan, terutama di 10 hari terakhir memiliki keutamaan besar. Nabi SAW bersabda: “Sedekah di bulan Ramadhan adalah sedekah yang paling utama.” (HR At-Tirmidzi). 

Selain itu, membaca Surah Al-Ikhlas tiga kali sehari juga dianggap seperti mengkhatamkan Al-Qur’an. “Jika bisa mengkhatamkan Al-Qur'an sekali di 10 hari terakhir, keutamaannya lebih besar,” jelas Tgk Burhanuddin.  

Berikutnya, memperbanyak istigfar. Istighfar terutama menjelang sahur dan sebelum subuh sangat dianjurkan. Lafaz ringan seperti “Astaghfirullahal ‘adhim wa atubu ilaih” bisa diamalkan.  Mengucapkan Istigfar pada waktu senggang merupakan amalan yang diajurkan di bulan Ramadhan.

Tgk Burhanuddin mengatakan, zikir “Subhanallahi wabihamdihi subhanallahil ‘adhim” memiliki keutamaan besar. Nabi SAW bersabda: “Dua kalimat ini ringan diucapkan, tetapi berat dalam timbangan dan dicintai oleh Ar-Rahman.” (HR Bukhari-Muslim).  

Amalan ringan lainnya adalah memberi maaf dan meminta maaf dapat meningkatkan kemuliaan. Nabi SAW bersabda: “Tidaklah seseorang memberi maaf, kecuali Allah akan tambahkan kemuliaan baginya,” (HR Ahmad).  

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved