Berita Pidie
Sosok Iskandar Pelukis Pidie yang Tulus, tak Pernah Pasang Tarif Ujrah Demi Menafkahi Keluarga
Bagi ayah empat ini, darah seni melukis pada dinding telah mengalir sejak 1980 saat masih membuka usaha Sablon.
Penulis: Idris Ismail | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Idris Ismail l Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Sorotan matanya selalu sangat awas. Terlebih saat kuas lukisan menempel pada bagian dinding.
Alhasil, karya lukisannya sangatlah menawan dan teduh saat hati menyelamatkan dalam ketajaman lukisan Sun Set.
Ia tidak lain. Namanya Iskandar (57) pria asal kelahiran Gampong Asan, Kecamatan Kota Sigli, Pidie pada 7 September 1968 lalu.
Bagi ayah empat ini, darah seni melukis pada dinding telah mengalir sejak 1980 saat masih membuka usaha Sablon.
Kini, ia bersama istri tercintanya, Isna (38) tinggal di Gampong Tumpok Laweung, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie dengan kondisi rumah sangat sederhana.
Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-25 Ramadhan: Allah SWT Akan Membebaskannya dari Siksa Kubur
Sosok Bang Is sapaan akrabnya itu senantiasa mencari nafkah untuk menghidupi keluarga hanya lewat Asa atau harapan di dunia lukisan.
"Setiap menjalani pekerjaan, saya tidak pernah memasang tarif atau ikatan kontrak dan saya menerima ongkos ketika konsumen memberikan dengan senang hati," ujar Bang Is dengan sumringah disela-sela melukis dinding pintu gerbang masuk Masjid Agung Al-Falah Kota Sigli Pidie, Senin (24/3/2025).
Sedikit mengenang lembaran sejarah lama, bahwa profesi hidupnya diawali pada 2003 lalu saat menerapkan lukisan Sun Set di sebuah sekolah dasar negeri di Gampong Ateuk Lamteuba, Banda Aceh.
Buah karya seninya menyita banyak pandangan. Sehingga penampilan atas dedikasi pada dunia melukis itu akhirnya dilampiaskan dengan Hijrah ke negeri kelahirannya, Sigli, Pidie.
Pesanan lukisan dinding, selalu menantikannya. Malahan kini ia mengaku mendapat order lukisan dinding pada Taman Kanak-Kanak (TK) Bhayangkari Gampong Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli, Pidie.
Target lukisan dinding ini dapat purna sebelum hari raya.
Baca juga: Aceh Singkil tak Lagi Gelar Festival Pulau Banyak
"Syukur atas nikmat Tuhan selama ini, ujrah atau jerih lukisan dinding ini telah menghantarkan anak-anak untuk menempuh pendidikan baik ditingkat bangku SD dan SMP," ujarnya.
Menurut Bang Is, ujrah yang ikhlas telah menghantarkan kebahagian dan kesenangan yang tiada tara.
Menurutnya, uang berlimpah bukanlah satu syarat hidup lebih tenang dan bahagia.
Jaksa Periksa Puluhan Kepala Sekolah di Pidie |
![]() |
---|
Kasus ASN di Pidie Diduga Predator Anak di Bawah Umur, Polisi Periksa Lima Saksi |
![]() |
---|
Ketika Kapolres Pidie dan Istri Masak Kuliner Mi Suree di Ujong Pie Laweung |
![]() |
---|
Polisi Usut Dugaan Korupsi Dana Eks PNPM di Pidie Rp2,4 Miliar, Dikelola Sejak 2015 Hingga 2020 |
![]() |
---|
Murid SD 1 Sigli Dipangku Bunda PAUD Saat Diimunisasi, Dinkes Sebut Cakupan Rendah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.