Jumat, 8 Mei 2026

Berita Banda Aceh

USK dan Gekraf Usul Dinas Ekonomi Kreatif

Pemerintah Aceh perlu mempercepat pembentukan kelembagaan ekonomi kreatif. Sehingga ini dapat menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi daerah

Tayang:
Editor: mufti
IST
DISKUSI - Rektor USK, Prof Dr Ir Marwan dan Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif, Rian Syaf, BBA. MCom saat berdiskusi terkait ekonomi kreatif di Kampus USK, Senin (24/3/2025). 

“Pemerintah Aceh perlu mempercepat pembentukan kelembagaan ekonomi kreatif. Sehingga ini dapat menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi daerah” Prof Marwan, Rektor USK

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pasca ditetapkannya Aceh sebagai salah satu dari 15 wilayah prioritas untuk pengembangan ekonomi kreatif nasional, Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Dr Ir Marwan mengusulkan agar Aceh segera membentuk kelembagaan yang fokus mengelola Ekonomi Kreatif di Aceh. Usulan ini mengemuka pada diskusi terbatas dengan Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif, Rian Syaf, BBA. MCom di Kampus USK, Senin (24/3/2025).

Usulan yang sama juga disampaikan oleh Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Aceh. Ketua Gerkraf, Mahfudz Y Loethan mendorong Pemerintah Aceh membentuk Dinas Ekonomi Kreatif atau Badan Ekonomi Kreatif Aceh sebagai upaya mempercepat pengembangan sektor ekonomi kreatif di Tanah Rencong.

Keduanya sepakat, jika keadiran badan yang mengurusi ekonomi kreatif, maka sektor tersebut akan dapt diberdayakan dan berkembang di Aceh.

Prof Marwan sangat mengapresiasi Menteri/Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, yang telah memperjuangkan Aceh sebagai salah satu wilayah prioritas dari sebelumnya hanya 12 wilayah.

“Kita perlu apresiasi upaya yang telah dilakukan MenEkraf. Selanjutnya, Pemerintah Aceh perlu mempercepat pembentukan kelembagaan ekonomi kreatif. Ini langkah strategis untuk ekosistem ekraf yang lebih kompetitif dan berdaya saing tinggi sehingga dapat menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi daerah” ucap Rektor.

Rektor menambahkan, Aceh harus menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menciptakan mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. "Keberadaan kelembagaan Ekonomi Kreatif Aceh akan menjadi katalisator utama dalam membangun ekosistem ekraf yang lebih profesional dan berkelanjutan", imbuh nya .

Sementara itu Staf Khusus Menteri Ekraf, Ryan Syaf dalam kunjungannya ke USK memaparkan pentingnya pengembangan ekonomi kreatif di Aceh sehingga dapat menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menciptakan mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. 

“Aceh memiliki potensi besar yang bisa dijadikan sebagai motor penggerak perekonomian lokal dan Regional. Kami yakin pengembangan sektor Ekraf dapat berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Rian Syaf. 

Rektor juga mengungkapkan, sebagai langkah konkret untuk mendukung industri kreatif di Aceh, sejak 2022 USK telah mendirikan Pusat Riset Komunikasi Pemasaran, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (KITA Kreatif), untuk membantu merumuskan kebijakan serta program pengembangan ekraf di Aceh.

USK juga memiliki Atsiri Research Centre (ARC) yang selama ini juga telah banyak memberikan kontribusi dalam pengembangan ekonomi kreatif melalui hilirisasi produk nilam.

"Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha, sangat penting agar industri ekonomi kreatif di Aceh dapat semakin berkembang dan berkontribusi signifikan" tutup nya.(mun)

 

Agar Ekosistem Ekonomi Kreatif Terkelola

Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Aceh, Mahfudz Y Loethan mendorong Pemerintah Aceh membentuk Dinas Ekonomi Kreatif atau Badan Ekonomi Kreatif Aceh sebagai upaya mempercepat pengembangan sektor ekonomi kreatif di Tanah Rencong. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved