Citizen Reporter
Semarak Idulfitri di Kota Frankfurt
Pada momentum Idulfitri 1446 H ini, saya dan suami bertolak ke Kota Frankfurt, yang jaraknya sekitar dua jam dari tempat kami bermukim.
Di tengah antrean yang panjang, Bapak Yudi dan Ibu Tensi pun menyempatkan untuk menyapa para rombongan yang hadir, termasuk saya dan suami.
Pelaksanaan ‘open house’ dan halalbihalal pun diawali dengan pembukaan yang disampaikan oleh Ibu Cut yang bertugas sebagai pewara (MC). Kemudian, dilanjutkan dengan kata sambutan yang disampaikan Bapak Tito yang diwarnai dengan pantun, membuat suasana menjadi lebih santai.
Selanjutnya, Bapak Yudi pun turut menyampaikan pidato sambutannya dan mengapresiasi para warga Indonesia yang sudah berusaha hadir untuk berkumpul pada kegiatan tersebut.
Ia menyatakan bahwa Wisma Indonesia adalah rumah bagi kita semua. Dalam sambutannya, Bapak Yudi pun menyampaikan dua hal penting terkait silaturahmi. Hal yang pertama yaitu pentingnya menjaga silaturahmi sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa dalam konteks kehidupan di Indonesia, orang rela bermacet-macetan dalam waktu 12 jam demi bisa bersilaturahmi ke kampung halamannya.
Adapun hal kedua yang disampaikan yaitu keinginan beliau agar silaturahmi ini menjadi modal besar bagi warga Indonesia yang hidup di Jerman.
“Sifat silaturahmi ini saya harapkan menjadi lem perekat bagi persatuan kita semua untuk saling tolong-menolong di antara sesama warga Indonesia. Dua hal yang penting, silaturahmi dan persatuan, suatu hal yang tidak dapat dipisahkan,” jelas Pak Yudi.
Kemudian, kegiatan ini juga diisi dengan sambutan bersama dari berbagai perwakilan kelompok organisasi dan masyarakat lainnya, seperti perwakilan dari Gereja Misi Indonesia Frankfurt (GMIF), Masyarakat Katolik Indonesia Frankfurt (MKIF), Jemaat Indonesia Immanuel Darmstadt (JIII), (Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main (JKI), GBI Rock Jerman, Nyama Braya Bali, dan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Frankfurt (PPI Frada).
Turut hadir Ketua Masyarakat Muslim Indonesia di Frankfurt, Bapak Sumardji Kertasentana, bersama para undangan lainnya. Acara ini pun ditutup dengan doa, makan siang, dan sesi foto bersama.
Makanan Indonesia yang dihidangkan pun juga beraneka ragam, seperti lontong yang sudah dilengkapi dengan kuah lemaknya, rendang, opor ayam, sambal goreng, dan kerupuk. Saya pun sempat mencicipi sambal terasi yang juga disediakan di sana.
Selain itu, terdapat aneka minuman dan snack seperti risol, bolu pandan, kue lapis, dan lain-lain.
Momentum Idulfitri di sini pun diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat Indonesia untuk melepas rindu dengan suasana Lebaran di kampung halaman. Terlihat dari para raut wajah semua rombongan yang hadir, tampak sangat menikmati suasana sembari berbincang ringan antarsesama.
Seluruh rangkaian kegiatan yang selesai pada siang hari tersebut, berjalan dengan tertib dan penuh suka cita. Menariknya, diaspora Indonesia yang hadir juga dapat berfoto di ‘photobooth’ yang telah disiapkan dengan sedemikian rupa.
Saya sangat mengapresiasi KJRI Frankfurt beserta jajarannya, seluruh pengurus Masjid Indonesia di Frankfurt, dan semua pendukung yang terlibat, yang telah sukses melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan di hari yang fitri.
Kendatipun jauh dari kampung halaman, suasana Idulfitri di Kota Frankfurt ini pun begitu terasa dan semarak. (*)
Citizen Reporter
Penulis CR
Penulis Citizen Reporter
Semarak Idulfitri di Kota Frankfurt
NURHASANAH SPd
| Rahasia di Balik Kemajuan dan Keteraturan Singapura |
|
|---|
| Indonesia Kaya SDA, Tapi Mengapa Rakyat Miskin dan Bodoh? |
|
|---|
| Student Exchange UIN Ar-Raniry Kunjungi Masjid Jame' Asr Hassanil Bolkiah, Brunei Darussalam |
|
|---|
| Jemput Ilmu dan Jaringan Internasional: 13 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terbang ke Brunei Darussalam |
|
|---|
| 13 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Lulus Program Student Exchange ke Brunei Darussalam 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/NURHASANAH-2025-IED.jpg)