Berita Bireuen

Jembatan Darurat Hagu–Lawang Bireuen Ambruk, Pipa PDAM Putus, Warga Terisolasi, 2 Rumah Terancam

Akibat ambruknya jembatan darurat ini, ratusan warga Desa Hagu dan Lawang, Kecamatan Peudada, Bireuen, terisolasi karena belum tersedia akses penggant

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Mursal Ismail
SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS    
TERANCAM AMBRUK - Dua rumah dekat jembatan Hagu - Lawang Peudada Bireuen terancam ambruk ke sungai, setelah amlasnya jembatan darurat itu, Selasa (8/4/2025) malam. 

Akibat ambruknya jembatan darurat ini, ratusan warga Desa Hagu dan Lawang, Kecamatan Peudada, Bireuen, terisolasi karena belum tersedia akses pengganti. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Jembatan darurat yang dibangun di perbatasan Desa Hagu dan Lawang, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, ambruk Selasa (8/4/2025) malam. 

Jembatan tersebut sebelumnya dibangun sebagai pengganti jembatan permanen yang ambruk pada Januari 2025.

Akibat ambruknya jembatan darurat ini, ratusan warga Desa Hagu dan Lawang, Kecamatan Peudada, Bireuen, terisolasi karena belum tersedia akses pengganti. 

Kondisi semakin parah dengan terancam ambruknya dua rumah dan putusnya jaringan pipa PDAM, yang menyebabkan gangguan pasokan air bersih ke kawasan Lawang, Peudada hingga Jeunieb.

Salah satu rumah yang terdampak adalah milik Darwinsyah, warga Desa Hagu. 

Bagian dapur rumah permanennya telah amblas ke sungai akibat abrasi, padahal sebelumnya masih berjarak beberapa meter dari tebing.

Baca juga: BREAKING NEWS - Seekor Gajah Liar Ditemukan Mati di Pasie Raya Aceh Jaya

Selain itu, satu rumah milik Dinas Pengairan Provinsi Aceh yang berada di sisi selatan jembatan, kawasan Desa Lawang, juga terancam jatuh ke sungai.

Jika sebelumnya berjarak puluhan meter dari bibir sungai, kini hanya tersisa beberapa meter saja karena erosi yang terus meluas.

“Putusnya jembatan ini berdampak luas. Selain akses warga terputus, rumah warga dan fasilitas pemerintah ikut terancam, serta pipa PDAM juga patah,” ujar warga yang ditemui di sekitar lokasi kejadian.
 
Aktivitas Warga Lumpuh

Kawasan Desa Lawang dikenal sebagai daerah perkebunan produktif, dengan komoditas seperti jagung, pisang, dan kelapa sawit.

Banyak petani dari berbagai desa mengandalkan akses jembatan ini untuk membawa hasil panen. Kini mereka hanya bisa pasrah karena tidak bisa melintas.

Baca juga: Turnamen Champions Cup Berhadiah Rp 100 Juta Segera Bergulir, 16 Klub Berlaga di Stadion Kuta Asan

Lebih lanjut, warga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat dua keluarga di Desa Lawang akan menggelar pesta pernikahan, sehingga kebutuhan akan akses jalan sangat mendesak.

Mereka berharap pemerintah segera membangun jembatan darurat baru, baik di lokasi yang sama maupun titik alternatif yang lebih aman.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved