Jumat, 5 Juni 2026

Jurnalisme Warga

Konsumsi Manis Bikin Bahagia atau Malah Bahaya?

Menurut survei, anak muda zaman sekarang lebih memilih makanan yang manis sebagai wujud pelampiasan stres yang dialaminya.

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Mirda Mastura, Staf Unit Laboratorium dan Praktik Klinik (ULPK) Keperawatan Universitas Bina Bangsa Getsempena. 

Oleh: Mirda Mastura, Staf Unit Laboratorium dan Praktik Klinik (ULPK) Keperawatan Universitas Bina Bangsa Getsempena, melaporkan dari Banda Aceh

TIDAK dipungkiri setelah mengonsumsi sesuatu yang manis membuat perasaan kita lebih baik, apalagi perempuan saat mengalami  pramenstrual syndrome (PMS).

Tak jarang juga orang-orang memilih mengonsumsi yang manis saat harinya sedang tidak baik-baik saja. Atau saat  stres yang sedang meningkat.

Menurut survei, anak muda zaman sekarang lebih memilih makanan yang manis sebagai wujud pelampiasan stres yang dialaminya.

Hal ini karena mengonsumsi makanan atau minuman manis dapat meningkatkan hormon serotonin yang sering dijuluki dengan hormon bahagia.

Hormon ini berperan dalam meningkatkan perasaan bahagia dan rileks.
Oleh karena itu, makanan atau minuman manis sering dikaitkan dengan peningkatan suasana hati.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Sengupta & Holmes 2019, hormon serotonin mempunyai fungsi untuk mengatur regulasi mood, rasa sakit, tidur, nafsu makan, kontraksi otot, perilaku seksual, regulasi jantung, dan beberapa fungsi kognitif, termasuk memori.

Serotonin disintesis di neuron-neuron serotonergis dalam sistem saraf pusat.
Selain mengatur regulasi emosi, kelebihan atau kekurangan hormon serotonin juga berpengaruh terhadap memori.

Oleh karena itu, kurangnya hormon serotonin dapat berdampak pada lemahnya kemampuan kognitif dan daya ingat, serta suasana hati menjadi tidak bahagia (Bacqué-cazenave et al., 2020; Waider et al., 2019).

Mengutip Cleveland Clinic, salah satu institusi medis dan pusat penelitian dunia yang berlokasi di Amerika Serikat, menyebutkan 90 persen hormon serotonin ditemukan di usus.

Di usus hormon ini berperan dalam mengontrol, melindungi fungsi usus, dan mempercepat pencernaan guna membersihkan tubuh dari makanan yang mengiritasi atau yang bertoxin.

10 Persen lainnya dari hormon serotonin diproduksi di otak, berperan sebagai pengontrol  suasana hati.

Ketika serotonin berada pada tingkat normal, kita merasa lebih fokus dan stabil secara emosional, lebih bahagia dan tenang.

Namun sebaliknya, jika serotonin berada dalam kadar rendah, dapat berdampak pada perasaan stres. Hal inilah yang membuat kebanyakan dari kita merasa lebih baik setelah mengonsumsi yang manis. Terlebih lagi pada saat wanita yang sedang PMS.

Namun, mengonsumsi sesuatu yang manis secara berlebihan dapat meningkatkan kadar gula dalam darah atau biasa disebut glukosa. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved