Jumat, 5 Juni 2026

Jurnalisme Warga

Konsumsi Manis Bikin Bahagia atau Malah Bahaya?

Menurut survei, anak muda zaman sekarang lebih memilih makanan yang manis sebagai wujud pelampiasan stres yang dialaminya.

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Mirda Mastura, Staf Unit Laboratorium dan Praktik Klinik (ULPK) Keperawatan Universitas Bina Bangsa Getsempena. 

Selain sayur juga terdapat kacang-kacangan seperti almond, kenari, dan kacang tanah yang mengandung lemak sehat, protein, serat untuk membantu menjaga kestabilan gula darah, serta meningkatkan sensitivitas insulin.

Juga ikan, seperti salmon, sarden, dan tuna yang kaya akan asam lemak omega-3 yang dapat membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan sensitivitas insulin.

Untuk buah seperti apel, stroberi, dan alpukat mengandung serat, antioksidan yang membantu mengontrol kadar gula darah, dengan syarat mengonsumsinya tanpa tambahan gula.

Selain makanan, berikut minuman yang disarankan untuk penderita DM, di antaranya, air putih untuk menjaga hidrasi tubuh dan membantu ginjal mengeluarkan kelebihan gula dalam darah melalui urine.

Berikutnya,  teh hijau karena mengandung antioksidan epigallocatechin gallate (EGCG) dan dapat meningkatkan sensitivitas insulin serta membantu menurunkan kadar gula darah.

Kopi tanpa gula dalam jumlah moderat juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan risiko diabetes tipe 2.

Manis dapat membahayakan

Dapat disimpulkan bahwa mengonsumsi manis memang membuat bahagia, tetapi apabila dikonsumsi secara berlebihan dapat menjadi hal yang membahayakan kesehatan.

Ada beberapa hal yang dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan hormon serotonin agar mendistraksi rasa bahagia, di antaranya olahraga teratur, seperti latihan aerobik, berjalan kaki,  bersepeda, atau berenang.

Semua ini terbukti meningkatkan kadar triptofan (senyawa asam yang berperan dalam pembentukan protein) dalam darah.

Tubuh menggunakan triptofan untuk membantu produksi melatonin dan serotonin. Selain itu, berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 15-20 menit setiap hari juga dapat membantu meningkatkan kadar serotonin dan memperbaiki suasana hati.

Mendengarkan musik atau lantunan ayat suci Al-Qur’an dapat memengaruhi pengeluaran hormon serotonin karena nada dan irama yang teratur mampu merangsang perkembangan otak dan memberikan efek psikologis positif saat didengarkan.

Pijat refleksi  juga dapat menurunkan hormon kortisol, meningkatkan kadar serotonin dalam tubuh, sehingga membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati.  

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved