Banda Aceh

Satgas Abulyatama Aceh Meninggal, Polresta: Keluarga Tolak Autopsi

pihak keluarga menolak untuk dilakukan tindakan medis berupa autopsi yang ditandatangani langsung Keuchik Gampong Bueng Bakjok

Penulis: Sara Masroni | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/SARA MASRONI
Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditya Pratama di sela konferensi pers, Jumat (31/1/2025). 

pihak keluarga menolak untuk dilakukan tindakan medis berupa autopsi yang ditandatangani langsung Keuchik Gampong Bueng Bakjok

Laporan Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Salah seorang Satgas Abulyatama Aceh, Wahidin (50) meninggal dunia saat terjadinya bentrok di Universitas Abulyatama (Abulyatama), Lampoh Keude, Aceh Besar, Kamis (17/4/2025).

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono melalui Kasat Reskrim, Kompol Fadillah Aditya Pratama menjelaskan, pihak keluarga menolak untuk dilakukan tindakan medis berupa autopsi yang ditandatangani langsung Keuchik Gampong Bueng Bakjok dan anak kandung korban, M Fahril.

“Penolakan autopsi dari pihak keluarga yang meninggal dunia,” kata Kompol Fadillah.

Pihak kepolisian juga membantah penyebab meninggalnya korban akibat kekerasan.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh itu menjelaskan, menurut keterangan dokter jaga di IGD Rumah Sakit Pertamedika dr Desi, hasil pemeriksaan sementara korban tidak ditemukan adanya bekas pukulan benda tumpul atau sejenisnya.

“Bukan (kekerasan), nggak ada itu,” kata Kompol Fadillah.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh itu menjelaskan, korban tiba di Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati dalam keadaan sudah tidak sadarkan diri, namun setelah dilakukan EKG (elektrokardiogram) korban dinyatakan sudah tidak bernyawa.

Awalnya, sekitar pukul pukul 11.20 WIB korban dibawa dalam keadaan tidak sadarkan diri, denyut nadinya tidak teraba, napas tidak ada dan tekanan darah tidak terbaca.

Setelah dilakukan pengecekan tekanan darah dan saturasi tidak terbaca, serta tubuh korban dingin, pasien dinyatakan meninggal dunia (MD).

“Dari hasil pemeriksaan visum luar, tidak ditemukan luka maupun memar di bagian tubuh korban. Hanya didapat pasir di bagian kepala korban dan korban mengeluarkan air seni,” ungkap Kompol Fadillah.

Kemudian atas permintaan keluarga, korban dipulangkan ke rumah almarhum yang beralamat di Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar.

“Diantar menggunakan mobil ambulans RS Pertamedika,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved