Selasa, 21 April 2026

Kupi Beungoh

Tariff Trump: ‘Cupo Katijah",  Lowrence Wong, dan Koji Sato – Bagian II

Tidak hanya Jepang, sekutu kuat AS, Jerman, pemasok utama otomatif ke US juga harus membayar 76 miliar dolar. 

SERAMBINEWS.COM/HANDOVER
Prof. Dr. Ahmad Human Hamid, MA, Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. 

Oleh: Ahmad Humam Hamid*)

BENCANA tarif Trump juga menimpa perusahaan besar. 

Koji Sato, CEO Toyota diperkirakan akan menanggung sekitar 12,5 miliar dolar dari 25 miliar dolar beban masuk kenderaan dan semua produk otomotif dari Jepang ke AS.

Tidak hanya Jepang, sekutu kuat AS, Jerman, pemasok utama otomatif ke US juga harus membayar 76 miliar dolar. 

Jumlah ini membuat tiga CEO otomotif besar German -Sten Ola Källenius dari Marcedes, Oliver Zipse dari BMW, Oliver Blume dari Volkswagen harus bekerja memastikan mereka perusahaan mereka selamat dan berlanjut.

Seluruh persoalan tarif dengan antara AS dengan berbagai mitra negara maju, pada akhirnya akan menemukan titik keseimbangan dan penyelesaian tersendiri. 

Bagaimana dengan negara berkembang, apalagi miskin, seperti di sejumlah negara Afrika? Akan bagaimanakah mereka? 

Sebenarnya tidak hanya negara miskin yang bermasalah, negara yang tergolong berpendapatan menengah bawah versi bank Dunia, seperti Indonesia, juga “limbung” menghadapi kebijakan Trump. 

Ditambah dengan keruwetan ekonomi domestik, dan utang luar negeri, Indonesia barangkali salah satu negara yang mempunyai masalah besar dan pekerjaan rumah yang banyak jika saja kebijakan Trump berlanjut.

Apa Hubungannya dengan Cupo Katijah?

Terlepas dari semua itu, negara akan mengurus dirinya sendiri untuk jangka pendek. 

Perusahaan besar juga akan berjuang, kalaupun mereka bangkrut, pemegang saham dan pekerjanya yang akan merana.

Namun bagiamana pula dengan jutaan rakyat yang hidupnya telah terhubung dengan sistem ekonomi global yang mempunyai prinsip “bejana berhubungan” dengan ekonomi besar sekelas ekonomi AS dan Cina? 

Bagaimana dengan ratusan ribu bahkan jutaan buruh tekstil, industri listrik, sepatu, dan berbagai barang rumah tangga yang berhubungan dengan pasar AS?

Bagaimana dengan jutaan penduduk Indonesia yang tinggal di pedesaan seperti “Cupo Katijah” di Pidie Jaya?

Bukankah produk komoditi pertanian seperti kopi, karet, dan kakao yang hampir semuanya diekspor telah mulai merasakan babak awal kebijakan Trump?

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved