Rabu, 22 April 2026

Kupi Beungoh

Tariff Trump: ‘Cupo Katijah",  Lowrence Wong, dan Koji Sato – Bagian II

Tidak hanya Jepang, sekutu kuat AS, Jerman, pemasok utama otomatif ke US juga harus membayar 76 miliar dolar. 

SERAMBINEWS.COM/HANDOVER
Prof. Dr. Ahmad Human Hamid, MA, Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. 

Bagaimana dengan laki-laki? 

Sama saja, karena mereka hidup dalan kondisi dan ekosistem yang serupa, walau tak seringkali sama.

Kelas sosial dan posisi  metafora Cup Katijah dalam masyarakat di berbagai tempat di dunia, mewakili kelompok miskin pedesaan maupun perkotaan. Mereka hidup serba kekurangan. 

Jika jumlah “Cupo Katijah” dianggap sebagai representasi rumah tangga pertanian usaha kecil, maka jumlah “Cupo Katijah” global versi FAO tidak kurang dari 600 juta rumah tangga.

Bagaimana dengan Cupo Katijah kota? 

Jika Cupo Katijah desa berurusan dengan 600 juta rumah tangga, maka hitungan Cupo Katijah kota lebih banyak dengan individu. 

Menurut data ILO terakhir yang tersedia, ada sekitar dua miliar penduduk kota yang hidup sebagai buruh dan pekerja informal. 

“Cupo Katijah” bisa juga tinggal di kota dan menjadi buruh pabrik sepatu atau tekstil dengan upah harian yang sangat minim. 

Kini dengan kenaikan tarif AS akibat ulah Trump, patrik tempat ia berkerja sudah mulai gulung tikar.

Mungkin saja mereka baru saja naik kelas melampaui “garis kemiskinan teoritis” yang digunakan negara, maupun para guru besar hebat dari berbagai universitas. 

Apa yang luput dari pantauan adalah “Cupo Katijah” dan kawan-kawannya adalah kelompok pertama mayoritas yang menderita ketika ada goncangan ekonomi global. 

Apalagi bila ada semacam gelombang disrupsi dan ketidakpastian seperti kebijakan tarif Trump. 

Ibarat sekawanan orang yang berdiri di dalam air yang tingginya telah sampai kebatas dagu, apalagi bibir, sedikit saja ada gelombang kecil, akan membuat mereka tenggelam. 

Kebijakan tarif Trump adalah gelombang besar. 

Gelombang itu akan menenggelamkan mereka dan memporak porandakan ekosistem fisik dan sosial ekonomi mereka.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved