Kupi Beungoh
Kolaborasi Lintas Profesi: Sebaiknya Dimulai dari Bangku Kuliah
Pelayanan kesehatan dewasa ini semakin menuntut pendekatan yang komprehensif, terintegrasi, dan kolaboratif.
Kegiatan seperti pelatihan bersama, seminar kolaboratif, hingga perlombaan lintas jurusan bukan hanya memperluas jejaring mahasiswa, tetapi juga membuka ruang pembelajaran informal yang kaya akan nilai-nilai interprofesional.
Perubahan memang tidak dapat berlangsung instan. Namun, membangun budaya kolaboratif adalah investasi jangka panjang yang amat penting.
Perubahan besar sering kali bermula dari kesadaran kecil dari obrolan antarmahasiswa, dari pengalaman belajar bersama, dari perjumpaan yang memanusiakan satu sama lain.
Universitas Syiah Kuala, sebagai salah satu institusi pendidikan kesehatan di Indonesia, memiliki peluang besar untuk menjadi pelopor penguatan IPE.
Melalui pendekatan yang terintegrasi antara kurikulum, praktik, dan budaya organisasi kemahasiswaan, kampus dapat menjadi tempat tumbuhnya calon tenaga kesehatan yang tak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga siap bekerja bersama demi satu tujuan: keselamatan dan kesejahteraan pasien. (*)
*) PENULIS adalah Mahasiswa Magister Keperawatan Universitas Syiah Kuala
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
BACA TULISAN KUPI BEUNGOH LAINNYA DI SINI
| Perang dan Damai - Bagian 9, Perjalanan Ke Manado Kota Toleransi |
|
|---|
| Prabowo, Doli, dan Mualem di Balik Perpanjangan Otsus Aceh |
|
|---|
| Sosok Ismail Rasyid, Pengusaha Asal Aceh yang Menembus Batas-batas Kemungkinan |
|
|---|
| Traffic Light dan Karakter Kita: Renungan Umur Manusia |
|
|---|
| Peusijuk: Dari Warisan Budaya ke Katalisator Pendidikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ns-Farhan-Saputra-SKep.jpg)