Berita Internasional

Donald Trump Tuding Harvard Antisemit dan Minta Buka Data Mahasiswa Internasional

Trump menegaskan, “Harvard sangat antisemit, semua orang tahu itu. Hal ini harus segera dihentikan,” Kata Trump.

Penulis: Gina Zahrina | Editor: Muhammad Hadi
YouTube The White House
DONALD TRUMP - Ilustrasi Foto yang diambil pada Kamis (13/3/2025) dari YouTube The White House memperlihatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Update kasus Harvad, Trump mengatakan bahwa kampus tersebut membiarkan demonstrasi pro-Palestina berlangsung di lingkungan universitas. Berikut Donald Trump desak Harvard ungkap data mahasiswa asing dan tuduh kampus antisemit./ Foto arsip YouTube The White House 

SERAMBINEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali menjadi sorotan publik setelah menyerukan agar Universitas Harvard membuka data lengkap tentang mahasiswa asing yang saat ini belajar di kampus tersebut. 

Donald Trump menyatakan, hal ini penting untuk memastikan bahwa mahasiswa asing yang diterima tidak membahayakan keamanan negara.

Pernyataan ini disampaikan oleh Donald Trump saat berbicara dengan wartawan di Bandara Morristown, New Jersey, pada Minggu (25/5/2025). 

“Kami hanya ingin tahu siapa mereka. Saya yakin banyak dari mereka baik- baik saja dan saya harap begitu. Tapi saya rasa tidak semuanya,” kata Trump yang dikutip dari Kompas pada (27/5/2025).

Selain itu, Trump juga mengkritik jumlah mahasiswa asing di Harvard yang menurutnya terlalu tinggi, mencapai hampir 31 persen dari total populasi mahasiswa. 

“Itu terlalu banyak. Banyak orang Amerika yang ingin kuliah di Harvard, tapi mereka kehilangan kesempatan karena tempatnya sudah dipenuhi mahasiswa asing,” ujar mantan presiden tersebut.

Baca juga: Harvard Bilang Indonesia Jadi Negara Paling Bahagia? Studi Global IniUngkap Alasannya

Melansir dari Kompas, data resmi menunjukkan bahwa Harvard memiliki sekitar 6.800 mahasiswa internasional, atau sekitar 27 persen dari total mahasiswa yang ada. 

Mayoritas mahasiswa asing di Harvard kebanyakan berasal dari India, China, dan Kanada. Selain isu mahasiswa asing, Trump juga menuduh Harvard memiliki sikap antisemit. 

Tuduhan ini muncul setelah kampus tersebut membiarkan demonstrasi pro-Palestina berlangsung di lingkungan universitas. 

Trump menegaskan, “Harvard sangat antisemit, semua orang tahu itu. Hal ini harus segera dihentikan,” Kata Trump.

Pernyataan ini memicu reaksi keras dari pihak Harvard. Universitas tersebut membantah tuduhan antisemit dan menegaskan bahwa kampusnya selalu menjunjung tinggi kebebasan berpendapat serta toleransi.

Ketegangan antara pemerintah federal dan Harvard semakin memanas setelah pemerintah AS mencabut izin Harvard untuk menerima mahasiswa asing. 

Baca juga: Daftar 10 Negara Asal Mahasiswa Asing Terbanyak di Harvard, Kini Dibayang-bayangi Kebijakan Trump

Langkah ini dianggap sebagai salah satu tindakan paling keras terhadap salah satu universitas paling bergengsi di Amerika.

Lalu, Harvard mengecam keputusan tersebut dan menilai kebijakan itu melanggar konstitusi serta hukum federal. 

Seperti diberitaSebuah pengadilan federal bahkan sempat menangguhkan sementara kebijakan tersebut untuk memberi waktu bagi Harvard mengajukan gugatan hukum.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved