Berita Internasional
Donald Trump Tuding Harvard Antisemit dan Minta Buka Data Mahasiswa Internasional
Trump menegaskan, “Harvard sangat antisemit, semua orang tahu itu. Hal ini harus segera dihentikan,” Kata Trump.
Penulis: Gina Zahrina | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali menjadi sorotan publik setelah menyerukan agar Universitas Harvard membuka data lengkap tentang mahasiswa asing yang saat ini belajar di kampus tersebut.
Donald Trump menyatakan, hal ini penting untuk memastikan bahwa mahasiswa asing yang diterima tidak membahayakan keamanan negara.
Pernyataan ini disampaikan oleh Donald Trump saat berbicara dengan wartawan di Bandara Morristown, New Jersey, pada Minggu (25/5/2025).
“Kami hanya ingin tahu siapa mereka. Saya yakin banyak dari mereka baik- baik saja dan saya harap begitu. Tapi saya rasa tidak semuanya,” kata Trump yang dikutip dari Kompas pada (27/5/2025).
Selain itu, Trump juga mengkritik jumlah mahasiswa asing di Harvard yang menurutnya terlalu tinggi, mencapai hampir 31 persen dari total populasi mahasiswa.
“Itu terlalu banyak. Banyak orang Amerika yang ingin kuliah di Harvard, tapi mereka kehilangan kesempatan karena tempatnya sudah dipenuhi mahasiswa asing,” ujar mantan presiden tersebut.
Baca juga: Harvard Bilang Indonesia Jadi Negara Paling Bahagia? Studi Global IniUngkap Alasannya
Melansir dari Kompas, data resmi menunjukkan bahwa Harvard memiliki sekitar 6.800 mahasiswa internasional, atau sekitar 27 persen dari total mahasiswa yang ada.
Mayoritas mahasiswa asing di Harvard kebanyakan berasal dari India, China, dan Kanada. Selain isu mahasiswa asing, Trump juga menuduh Harvard memiliki sikap antisemit.
Tuduhan ini muncul setelah kampus tersebut membiarkan demonstrasi pro-Palestina berlangsung di lingkungan universitas.
Trump menegaskan, “Harvard sangat antisemit, semua orang tahu itu. Hal ini harus segera dihentikan,” Kata Trump.
Pernyataan ini memicu reaksi keras dari pihak Harvard. Universitas tersebut membantah tuduhan antisemit dan menegaskan bahwa kampusnya selalu menjunjung tinggi kebebasan berpendapat serta toleransi.
Ketegangan antara pemerintah federal dan Harvard semakin memanas setelah pemerintah AS mencabut izin Harvard untuk menerima mahasiswa asing.
Baca juga: Daftar 10 Negara Asal Mahasiswa Asing Terbanyak di Harvard, Kini Dibayang-bayangi Kebijakan Trump
Langkah ini dianggap sebagai salah satu tindakan paling keras terhadap salah satu universitas paling bergengsi di Amerika.
Lalu, Harvard mengecam keputusan tersebut dan menilai kebijakan itu melanggar konstitusi serta hukum federal.
Seperti diberitaSebuah pengadilan federal bahkan sempat menangguhkan sementara kebijakan tersebut untuk memberi waktu bagi Harvard mengajukan gugatan hukum.
Donald Trump
Harvard
Harvard University
Donald Trump Kritik Harvard
Presiden Donald Trump
Amerika Serikat
| Strategi Baru Iran: Buka Selat Hormuz, Tunda Isu Nuklir di Tengah Tekanan AS? |
|
|---|
| Update Hari ke-59 Perang Iran: Diplomasi Dikebut, Trump Buka Jalur Telepon di Tengah Ketegangan |
|
|---|
| Begini Nasib Gaza di Tengah Gencatan Senjata Iran dan Lebanon |
|
|---|
| Teka Teki Penembakan di Jamuan Trump, Real atau Rekayasa? Sistem Pengamanan Jadi Sorotan |
|
|---|
| Netanyahu Ngaku Sempat Idap Kanker Prostat Stadium Awal, Kini Klaim Pulih Total |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/DONALD-TRUMP-Foto-ini-diambil-pada-Kamis-1332025-dari-YouTube-The-White-House.jpg)