Berita Internasional

Donald Trump Tuding Harvard Antisemit dan Minta Buka Data Mahasiswa Internasional

Trump menegaskan, “Harvard sangat antisemit, semua orang tahu itu. Hal ini harus segera dihentikan,” Kata Trump.

Penulis: Gina Zahrina | Editor: Muhammad Hadi
YouTube The White House
DONALD TRUMP - Ilustrasi Foto yang diambil pada Kamis (13/3/2025) dari YouTube The White House memperlihatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Update kasus Harvad, Trump mengatakan bahwa kampus tersebut membiarkan demonstrasi pro-Palestina berlangsung di lingkungan universitas. Berikut Donald Trump desak Harvard ungkap data mahasiswa asing dan tuduh kampus antisemit./ Foto arsip YouTube The White House 

Selain itu Trump juga mempertanyakan dana yang diterima Harvard dari pemerintah AS. 

“Tidak ada satu pun negara asing yang mendanai Harvard, tapi kita, Amerika, yang menyumbang miliaran dolar. Lalu kenapa mereka justru menerima banyak mahasiswa asing?” ujar Trump.

Isu keberadaan mahasiswa asing di universitas-universitas Amerika memang sudah lama menjadi perdebatan. 

Baca juga: Update Universitas Harvard Menang Gugatan Sementara, Mahasiswa Asing Masih Bisa Belajar

Di satu sisi, mahasiswa asing dianggap membawa manfaat besar seperti keberagaman budaya, pengayaan intelektual, dan kontribusi ekonomi. 

Namun di sisi lain, kelompok konservatif melihat keberadaan mereka sebagai beban dan bahkan sebagai potensi ancaman keamanan nasional.

Hingga saat ini, konflik antara pemerintah dan Harvard belum menunjukkan tanda-tanda mereda. 

Harvard terus memperjuangkan haknya untuk menerima mahasiswa asing, sementara pemerintah berupaya memperketat kontrol terkait keamanan dan kebijakan imigrasi di bidang pendidikan tinggi.

(Serambinews.com/Gina Zahrina)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved