Senin, 20 April 2026

Wajah dan Leher Jokowi Penuh Bercak Hitam, Dokter Tifa Curiga Kena Autoimun

Saat tampil di layar kaca dalam sesi wawancara dengan media, ada yang berbeda dari penampilan Jokowi, khususnya paga bagian kepala dan wajah.

Editor: Amirullah
TikTok Tribun Solo
KESEHATAN JOKOWI -- Kondisi fisik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo menjadi sorotan. Ia diduga sakit serius karena wajah dan lehernya penuh bercak hitam. Benarkah demikian, lantas Jokowi sakit apa? 

-Lupus

Lupus dapat memengaruhi hampir semua organ tubuh. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala seperti demam, nyeri sendi dan otot, ruam kulit, kulit menjadi sensitif, sariawan, bengkak di tungkai, sakit kepala, kejang, nyeri dada, sesak napas, pucat, dan perdarahan.

-Penyakit Graves

Penyakit Graves dapat menimbulkan gejala berupa berat badan menurun secara tiba-tiba, mata menonjol (eksoftalmus), rambut rontok, jantung berdebar, gelisah, dan insomnia.

-Psoriasis

Penyakit ini dapat dikenali dengan munculnya bercak merah yang tebal dan bersisik.

-Multiple sclerosis

Gejala yang dapat ditimbulkan oleh multiple sclerosis meliputi mati rasa di salah satu bagian tubuh, gangguan penglihatan, otot kaku dan lemas, koordinasi tubuh berkurang, dan kelelahan.

-Myasthenia gravis

Gejala yang dapat dialami akibat myasthenia gravis adalah kelopak mata terkulai, pandangan kabur, lemah otot, kesulitan bernapas, dan kesulitan menelan.

-Tiroiditis Hashimoto

Penyakit ini dapat menimbulkan gejala berupa berat badan naik secara tiba-tiba, sensitif terhadap udara dingin, mati rasa di tangan dan kaki, lemas, mengantuk, rambut rontok, menstruasi yang tidak teratur, dan sulit berkonsentrasi.

-Kolitis ulseratif dan Crohn’s disease

Gejala yang dapat dialami jika menderita kedua penyakit ini adalah sakit perut, diare, buang air besar berdarah, demam, dan penurunan berat badan.

-Rheumatoid arthritis

Rheumatoid arthritis dapat membuat penderitanya mengalami gejala berupa nyeri, kemerahan, dan bengkak di sendi, terutama sendi jari-jari tangan.

-Sindrom Guillain Barré

Penyakit ini menimbulkan gejala berupa lemah otot, kesemutan, lemas, dan gangguan keseimbangan, yang jika kondisinya makin parah bisa berkembang menjadi kelumpuhan.

-Vaskulitis

Vaskulitis dapat dikenali dengan gejala demam, berat badan menurun secara tiba-tiba, kelelahan, tidak nafsu makan, dan ruam kulit.

-Myositis

Myositis dapat ditandai dengan nyeri otot, kelemahan otot di seluruh tubuh,serta kesulitan beraktivitas, termasuk untuk bangun dari posisi duduk atau tidur dan bahkan menelan makanan.

Salah satu tipe myosistis, yaitu dermatomiositis, juga menyebabkan gejala ruam merah, sisik, dan benjolan pada kulit.

Hiperkortisolisme

Sementara itu, melansir laman Hello Sehat, hiperkortisolisme adalah sekumpulan gejala yang disebabkan oleh peningkatan hormon kortisol dalam tubuh. 

Kortisol sendiri merupakan hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Kortisol memiliki berbagai fungsi penting seperti mengatur kadar gula darah, mengurangi peradangan, serta mengontrol tekanan darah.

Kadar kortisol yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, osteoporosis, hingga diabetes tipe 2.

Untungnya, hiperkortisolisme dapat disembuhkan dengan pengobatan atau perubahan gaya hidup.

Biasanya, dibutuhkan waktu selama 2 – 18 bulan untuk pulih setelah pengobatan.

Tanda dan gejala Cushing syndrome dapat berbeda-beda pada masing-masing orang. Tingkat keparahan dan durasi gejalanya pun bervariasi.

Namun, berikut ini beberapa gejala utama sindrom Cushing yang kerap dialami.

-Peningkatan berat badan.

-Lengan atau tungkai yang kurus.

-Wajah bulat.

-Peningkatan lemak di sekitar pangkal leher.

-Munculnya punuk berlemak di antara bahu.

-Mudah mengalami memar.

-Stretch mark berwarna ungu yang muncul di perut, payudara, pinggul, dan lengan bawah.

-Otot yang lemah. 

Anak-anak dengan kondisi ini biasanya mengalami obesitas dan memiliki angka pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan dengan anak-anak lain.

Sementara itu, wanita yang mengalami sindrom Cushing mungkin memiliki rambut berlebih pada wajah, leher, dada, perut, dan paha.

Periode menstruasi pun menjadi tidak teratur atau bahkan terhenti. 

Pria dengan kondisi ini mungkin mengalami penurunan kesuburan dan minat seks serta disfungsi ereksi. 

Namun demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan reski dari Jokowi terkait kondisi wajah dan lehernya tersebut.

(Bangkapos.com/Tribun-Medan.com/Tribunnews.com)

 

Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Jokowi Sakit Apa, Wajah dan Leher Penuh Bercak Hitam, Dokter Tifa Curiga Kena Autoimun

Baca juga: Aceh Besar Terima Bantuan Seekor Sapi Kurban dari Presiden, Bobot Hampir Satu Ton

Sumber: Bangka Pos
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved