Senin, 18 Mei 2026

Konflik Rusia dan Ukraina

Langit Ukraina Membara! Rusia Luncurkan Serangan Terbesar Sejak Invasi Dimulai!

“Sekarang adalah saat yang tepat bagi Amerika, Eropa, dan semua orang di seluruh dunia untuk menghentikan perang ini bersama-sama dengan menekan Rusia

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Kementerian Pertahanan Rusia
RUDAL ORESHNIK - Peluncuran rudal balistik jarak menengah 9M729 Oreshnik Rusia. Oreshnik salah satu rudal hipersonik Rusia. 

Langit Ukraina Membara! Rusia Luncurkan Serangan Terbesar Sejak Invasi Dimulai!

SERAMBINEWS.COM – Rusia kembali melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Ukraina pada Jumat pagi (6/6/2025).

 Serangan ini menargetkan ibu kota Kyiv dan sejumlah wilayah lain di negara tersebut, menyebabkan setidaknya tiga orang tewas dan 49 orang luka-luka, menurut keterangan resmi Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

Dalam pernyataannya di platform media sosial X, Zelensky menyebut serangan kali ini sebagai salah satu yang paling brutal dan terkoordinasi sejak awal invasi Rusia.

“Sekarang adalah saat yang tepat bagi Amerika, Eropa, dan semua orang di seluruh dunia untuk menghentikan perang ini bersama-sama dengan menekan Rusia,” tulis Zelensky.

Ia menambahkan, “Jika seseorang tidak memberikan tekanan dan memberi perang lebih banyak waktu untuk merenggut nyawa – itu adalah keterlibatan dan tanggung jawab. Kita harus bertindak tegas.”

Baca juga: Harga Emas Naik, Siap Cetak Kenaikan Mingguan karena Harapan Penurunan Suku Bunga AS

Serangan Skala Besar


Serangan udara yang diluncurkan Rusia menyasar Kyiv, kota Lutsk, dan wilayah Ternopil di Ukraina bagian barat laut.

Pihak berwenang menyebutkan bahwa lebih dari 400 pesawat tanpa awak (drone) dan lebih dari 40 rudal digunakan dalam serangan tersebut.

Menurut Zelensky, tiga orang yang tewas adalah petugas layanan darurat Ukraina. Ia juga memperingatkan bahwa jumlah korban luka kemungkinan akan terus bertambah seiring dengan proses evakuasi dan penilaian kerusakan.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menyampaikan bahwa sebuah gedung perumahan terkena serangan langsung, dan sistem kereta bawah tanah mengalami gangguan karena rel metro rusak akibat tembakan.

“Empat orang dilaporkan tewas di ibu kota. Banyak warga sipil yang harus berlindung di bawah tanah selama berjam-jam,” kata Klitschko.

Baca juga:  12 Negara Dilarang Masuk AS oleh Trump, Termasuk Indonesia? Dalihnya: Ancaman Keamanan

Drone dan Rudal Menghantam Tiga Kota

Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Ukraina meluncurkan serangan drone jarak jauh terbesar terhadap Rusia, menyerang sedikitnya 40 pesawat tempur di empat pangkalan militer Rusia.

 Ukraina menyebut operasi tersebut sebagai bagian dari “Operasi Jaring Laba-laba” yang dilakukan oleh dinas keamanan SBU.

Dalam operasi itu, 117 drone dikirim untuk menyerang target strategis militer Rusia, termasuk pembawa rudal jelajah strategis. Menurut klaim Zelensky, 34 persen pembawa rudal tersebut berhasil diserang.

Rusia mengaku bahwa serangan balasan ini merupakan tanggapan terhadap apa yang mereka sebut sebagai “aksi teroris oleh rezim Kyiv”.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved