Rabu, 20 Mei 2026

Konflik Rusia dan Ukraina

Langit Ukraina Membara! Rusia Luncurkan Serangan Terbesar Sejak Invasi Dimulai!

“Sekarang adalah saat yang tepat bagi Amerika, Eropa, dan semua orang di seluruh dunia untuk menghentikan perang ini bersama-sama dengan menekan Rusia

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Kementerian Pertahanan Rusia
RUDAL ORESHNIK - Peluncuran rudal balistik jarak menengah 9M729 Oreshnik Rusia. Oreshnik salah satu rudal hipersonik Rusia. 

“Angkatan bersenjata kami melancarkan serangan besar-besaran dalam semalam dengan senjata udara, laut, dan darat berpresisi tinggi, serta drone serang,” kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan.

Mereka mengklaim bahwa target serangan adalah lokasi-lokasi militer di Ukraina, meskipun kenyataannya, banyak fasilitas sipil yang turut terdampak.

Baca juga: Harga Emas Mulai Turun Lagi, Efek Domino dari Drama Trump vs Xi  Jinping?

Kondisi di Wilayah Lain: Ternopil dan Lutsk

Di kota Ternopil, kepala militer wilayah, Vyacheslav Negoda, menyebut serangan hari Jumat sebagai serangan udara terbesar yang pernah dialami wilayahnya.

Wali Kota Ternopil, Igor Polishchuk, menyebut lima orang terluka, dan menyebut bahwa rumah, sekolah, serta fasilitas pemerintah rusak.

Sementara di Lutsk, 15 drone dan enam rudal menghantam kota tersebut, menyebabkan lima orang terluka, kata wali kota setempat.

Pertahanan Udara dan Ketegangan Meningkat

Sistem pertahanan udara Ukraina berusaha keras untuk menangkis serangan ini. Di pusat kota Kyiv, warga mendengar dentuman senjata mesin dari arah pinggiran kota, serta dengungan khas drone di langit.

Ledakan besar dan kilatan cahaya terlihat beberapa detik setelah drone jatuh atau rudal meledak.

Warga sipil menghabiskan malam yang menegangkan di tempat perlindungan bawah tanah, dan layanan publik seperti kereta bawah tanah dan jaringan listrik sempat terganggu.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia juga mengklaim telah menembak jatuh 174 drone Ukraina di wilayah Rusia dan Krimea yang diduduki.

Mereka juga menyebut telah mengintersep rudal jelajah anti-kapal Neptune di Laut Hitam.

Baca juga: Trump Kembali “Menggila”! Tarif Baja Digas Jadi 50 Persen, Ekonomi Global Siaga Satu!

Ancaman Putin dan Respons Trump

Serangan ini terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan akan mengambil tindakan keras sebagai balasan atas serangan Ukraina ke pangkalan militer Rusia.

Peringatan tersebut disampaikan dalam panggilan telepon berdurasi lebih dari satu jam dengan mantan Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu.

Trump sendiri, yang kembali aktif dalam peran diplomatik informal, mengatakan bahwa Putin akan menanggapi “dengan sangat tegas” jika Ukraina terus menyerang.

Minggu lalu, Trump bahkan memberikan batas waktu dua minggu kepada Putin, sambil mengisyaratkan bahwa ia akan mengubah pendekatan AS terhadap Rusia jika Putin terus "memainkan waktu" dalam pembicaraan damai.

Harapan Damai Masih Jauh

Awal bulan ini, pembicaraan damai langsung antara Rusia dan Ukraina yang berlangsung di Istanbul, Turki, berakhir tanpa kesepakatan berarti.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved