Konflik Iran vs Israel

Eks Bos IRGC Sebut Iran Belum Keluarkan Senjata Terkuatnya: Israel Akan Diserang Jauh Lebih Parah

Pejabat senior IRGC Mohsen Rezaee mengatakan bahwa Iran masih menyembunyikan senjata terkuatnya.

Editor: Amirullah
X/Ahmet Turgut
SERANGAN IRAN - Sebuah rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan Israel dan menghantam sebuah bangunan. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan Operasi Janji Sejati 3 telah melumpuhkan pertahanan udara Israel dengan menggunakan taktik canggih, dengan rudal Iran mengenai target jauh di dalam wilayah Israel. 

SERAMBINEWS.COM - Ketegangan antara Iran dan Israel terus meningkat setelah pernyataan tegas disampaikan oleh pejabat senior Iran, Mohsen Rezaee, yang juga merupakan mantan komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC).

Dalam pernyataan pada Minggu malam (15/6/2025), Rezaee mengungkapkan bahwa selama konflik yang tengah berlangsung, Iran belum mengerahkan senjata terkuatnya.

Menurutnya, serangan-serangan yang terjadi selama ini hanya menggunakan senjata generasi lama.

Mohsen Rezaee memperingatkan bahwa fase yang lebih kuat dari pembalasan Iran belum datang.

Rezaee yang juga anggota Dewan Kebijaksanaan, menekankan bahwa 'kejutan besar' dalam hal ini serangan yang dipersiapkan untuk Israel belum terungkap.

Dirinya menyebut bahwa akan ada serangan jauh lebih besar dan jauh lebih parah yang menanti Israel.

“Perang akan berlanjut sampai kekalahan total dari entitas pendudukan Israel,” ujarnya mengutip Al Mayadeen, Senin (16/6/2025).

Menurut Rezaee, Iran telah melakukan pengekangan ekstrem, menggunakan rudal dengan hulu ledak 1,5 ton.

Iran masih menahan diri untuk mengerahkan muatannya yang paling kuat.

“Kami belum menggunakan hulu ledak yang lebih kuat,” katanya.

Dirinya juga memperingatkan bahwa jenis senjata baru Iran akan segera memasuki medan perang.

Dalam penampilan publik pertamanya dalam seragam militer sejak awal konflik, Rezaee menggambarkan pertempuran saat ini sebagai eksistensial.

“Ini adalah perang yang menentukan dan Iran akan menjadi orang yang menentukan akhirnya," imbuhnya.

Diketahui, perang sengit antara Iran dan Israel terus berlanjut hingga Senin (16/6/2025), setelah hari sebelumnya Iran meluncurkan gelombang rudal balistik ke Israel pada Minggu (15/6/2025) malam.

Serangan Iran tersebut menargetkan wilayah yang luas di wilayah-wilayah pendudukan, karena melanjutkan pembalasannya terhadap agresi Israel di tanahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved