Konflik Iran vs Israel

Kemarin Tak Mau Ikutan, Kini Trump Sebut Mungkin akan Melibatkan AS dalam Perang Israel vs Iran

Dalam sebuah wawancara dengan ABC News, Trump mengatakan, "Ada kemungkinan kami bisa terlibat." Ia menambahkan, "Saat ini kami tidak terlibat."

Editor: Amirullah
YouTube The White House
DONALD TRUMP - Foto ini diambil pada Kamis (13/3/2025) dari YouTube The White House memperlihatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berbicara selama konferensi pers setelah pertemuan dengan Taoiseach (Perdana Menteri) Irlandia Micheal Martin di Ruang Oval di Gedung Putih di Washington, DC, AS pada Rabu (12/3/2025). Trump mengatakan bahwa ia mungkin melibatkan Amerika dalam perang Israel yang sedang berlangsung terhadap Iran. 

SERAMBINEWS.COM -   Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa keterlibatan langsung AS dalam konflik bersenjata antara Israel dan Iran bukanlah hal yang mustahil.

Dalam wawancara eksklusif dengan ABC News, Trump menyebut bahwa meski saat ini AS belum secara resmi terlibat, kemungkinan itu tetap terbuka.

"Ada kemungkinan kami bisa terlibat," kata Trump, Senin (16/6/2025) malam waktu setempat. "Saat ini kami tidak terlibat," tambahnya, menegaskan posisi resmi Washington untuk saat ini adalah menahan diri.

Trump juga mengungkapkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah menghubunginya untuk menawarkan diri sebagai penengah dalam konflik yang kini memasuki hari keempat.

"Dia siap. Dia menelepon saya untuk membicarakan hal itu. Kami telah berbicara panjang lebar," ujar Trump,

Namun di balik layar, peran AS tampak jauh lebih aktif.

Menurut laporan Axios sebelumnya, dua pejabat senior Israel mengatakan Trump diam-diam menyetujui serangan besar-besaran Israel terhadap Iran. 

Mereka mengatakan Washington memberikan lampu hijau yang jelas, meskipun ada sinyal publik yang menunjukkan sikap menahan diri.

"Trump dan para pembantunya berpura-pura menolak di depan umum," kata seorang sumber Israel. "Namun secara pribadi, kami mendapat lampu hijau."

Strateginya, mereka menjelaskan, adalah mengelabui Iran agar berpikir tidak akan ada serangan. Dengan begitu, Iran akan membiarkan situs militer dan nuklir utamanya terekspos.

Sumber-sumber Israel juga mengakui bahwa laporan tentang Trump yang "berusaha menghentikan" serangan itu tidak benar. 

Kenyataannya, panggilan telepon antara Trump dan Netanyahu digunakan untuk mengoordinasikan waktu dan target.

Tak lama setelah serangan itu, Trump mengonfirmasi dukungannya di Truth Social.

"Saya memberi Iran kesempatan demi kesempatan untuk membuat kesepakatan," tulisnya. "Mereka tidak bisa melakukannya."

Ia memuji kekuatan senjata AS dan Israel, seraya menambahkan:

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved