Konflik Iran vs Israel

Israel Mulai Kehabisan Penangkis Rudal dalam Perang Lawan Iran, AS Kewalahan Bantu Zionis

Setelah mengirim banyak proyektil ke Israel, kini ada kekhawatiran bahwa AS juga akan kehabisan.

Editor: Faisal Zamzami
RNTV/TangkapLayar
CEGAT RUDAL - Sistem pertahanan udara Iron Dome Israel menembak untuk mencegat rudal selama serangan Iran di Tel Aviv, Israel, pada Minggu (15/6/2025). Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan Iron Dome mengalami malfungsi karena salvo rudal mereka. 

SERAMBINEWS.COM, TEL AVIV - Israel dilaporkan mulai kehabisan sistem pertahanan penangkis serangan rudal Arrow dalam perangnya melawan Iran yang menginjak hari ketujuh, Kamis (19/6/2025).

Menurut laporan The Wall Street Journal, Amerika Serikat (AS) telah mengetahui mengenai menipisnya penangkis serangan rudal di Israel.

AS kini berupaya untuk memperkuat pertahanan udara Israel sesuai dengan itu. 

Namun, persediaan yang dimiliki AS juga terbatas, sebagaimana The Times of Israel

Setelah mengirim banyak proyektil ke Israel, kini ada kekhawatiran bahwa AS juga akan kehabisan.

The Washington Post melaporkan pada Selasa (17/6/2025) bahwa menurut sejumlah asesmen, Israel dapat mempertahankan pertahanan udaranya selama 10-12 hari dengan tingkat serangan Iran saat ini.

 Hal itu dengan catatan Israel belum perlu meminta AS untuk mengisi ulang persediaan atau lebih terlibat dalam perang.

Laporan tersebut dirilis The Washington Post mengutip beberapa sumber yang mengetahui asesmen tersebut.

Seorang sumber menuturkan, pada akhir pekan ini, Israel harus memilih senjata apa yang ingin mereka cegat.

"Sistemnya sudah kewalahan," kata sumber tersebut.

Baca juga: VIDEO Rudal Hipersonik Fattah-1 Hancurkan Pertahanan Udara Israel, Tel Aviv Bak Kota Mati Diamuk

Saat ini, Israel sudah memilih untuk membiarkan beberapa rudal jatuh, ketika tahu rudal tersebut akan mendarat di area terbuka.

Namun, ketika dihadapkan pada serangan massal, Israel tidak mampu menembak jatuh semua rudal yang menuju pusat penduduk atau infrastruktur kritis.

Tidak ada komentar langsung dari Israel terkait laporan tersebut. 

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa mereka siap menghadapi skenario apa pun, tetapi tidak dapat berkomentar tentang masalah amunisi.

Di sisi lain, intensitas serangan Iran saat ini telah berkurang dibandingkan awal-awal perang yang dimulai Israel pada Jumat (13/6/2025) pekan lalu.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved