Kupi Beungoh

Kepemimpinan Adalah Amanah

Seorang suami bertanggung jawab terhadap keluarganya bukan hanya dalam hal ekonomi, tetapi juga dalam pendidikan, perlindungan, dan pembinaan akhlak.

Editor: Agus Ramadhan
FOR SERAMBINEWS.COM
Mahasiswa Pascasarjana Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Ar-Raniry, Althaf Abid  

*) Oleh: Althaf Abid 

DALAM kehidupan sehari-hari, konsep kepemimpinan sering dikaitkan dengan jabatan formal seperti presiden, gubernur, atau pemimpin perusahaan.

Namun, Islam mengajarkan bahwa kepemimpinan adalah bagian dari setiap individu, tanpa terkecuali.

Hal ini tertuang dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْإِمَامُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى أَهْلِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَعَبْدُ الرَّجُلِ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ.

“Ketahuilah Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggun gjawabannya atas yang di pimpin, penguasa yang memimpin rakyat banyak dia akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya,

setiap kepala keluarga adalah pemimpin anggota keluarganya dan dia dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya, istri pemimpin terhadap keluarga rumah suaminya dan juga anak-anaknya. 

Dia akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap mereka, dan budak seseorang juga pemimpin terhadap harta tuannya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadapnya, ketahuilah, setiap kalian adalah bertanggung jawab atas yang dipimpinnya." (HR Bukhari).

Hadis tersebut menggambarkan betapa luasnya cakupan kepemimpinan dalam pandangan Islam.

Tidak hanya pemimpin negara yang akan dimintai pertanggungjawaban, tetapi juga seorang ayah dalam keluarganya, seorang istri dalam rumah tangga, bahkan seorang pekerja terhadap amanah pekerjaan yang diberikan kepadanya.

Pesan utama hadis ini adalah bahwa setiap posisi dan peran yang diemban oleh manusia adalah amanah.

Dalam Islam, amanah bukan sekadar tanggung jawab administratif, tetapi sebuah pertanggungjawaban spiritual yang kelak akan dimintai jawaban di hadapan Allah SWT.

Seorang suami bertanggung jawab terhadap keluarganya bukan hanya dalam hal ekonomi, tetapi juga dalam pendidikan, perlindungan, dan pembinaan akhlak.

Istri pun memegang peran penting sebagai pengatur urusan rumah tangga dan pendidik utama bagi anak-anak. 

Bahkan seorang karyawan atau pelayan, menurut hadis ini, memiliki tanggung jawab atas harta atau tugas yang diberikan oleh majikannya.

Ustadz Ahmad Faiz, seorang dai muda di Jakarta, menjelaskan bahwa hadis ini sangat relevan dalam konteks kehidupan modern.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved