Citizen Reporter
Dinamika Spiritual dan Teknis dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji Modern
"Mereka tak hanya butuh ustaz, tapi sosok penuntun ruhani yang bisa menjadi pelayan sekaligus teman spiritual dalam perjalanan menuju Baitullah,"
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
Dr. Tgk. H. Muhammad Aminullah, MA, Dosen UNISAI Samalanga dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Jamaah Haji Asal Pidie melaporkan dari Makkah, Arab Saudi
***
Di tengah gelombang jutaan manusia yang thawaf mengelilingi Ka'bah, di antara gema talbiyah dan linangan air mata dari berbagai penjuru dunia, hadir satu renungan mendalam dalam hati Tgk H Muhammad Aminullah.
Ia bukan hanya sekadar jamaah haji asal Aceh, melainkan juga akademisi dan pendidik yang menyelami dengan serius dinamika spiritual dan teknis dalam penyelenggaraan ibadah haji modern.
"Haji hari ini tidak bisa lagi disederhanakan sebagai perjalanan ibadah semata," ujar Tgk. Aminullah melalui rilisnya dari Mekkah diterima Serambinews.com, Sabtu (21/6/2025).
Ia menegaskan, terdapat sistem besar yang bergerak di balik penyelenggaraan haji dari teknologi, regulasi, hingga diplomasi.
Maka, dibutuhkan pendekatan profesional, ruhaniyah, dan multidisipliner.
"Kita tidak bisa membiarkan pelayanan haji jatuh hanya ke tangan-tangan birokrasi teknis. Dunia dayah dan kampus Islam harus turut hadir dan aktif menjawab tantangan ini," tegasnya.
Selama menjalani proses haji tahun ini, Tgk. Aminullah mencatat setidaknya tiga fenomena penting yang
seharusnya menjadi alarm bagi dunia pendidikan tinggi Islam.
Pertama, kompleksitas teknis yang meningkat Jamaah kini tidak hanya butuh tuntunan fikih, tetapi juga pendampingan administratif, bimbingan digitalisasi visa, pengelolaan logistik transportasi dan konsumsi,
serta pemahaman lintas budaya yang kian relevan.
Kedua, krisis pembimbing ruhani yang andal, banyak jamaah lansia dan pemula mengeluhkan minimnya pendampingan yang empatik dan syar’i.
"Mereka tak hanya butuh ustaz, tapi sosok penuntun ruhani yang bisa menjadi pelayan sekaligus teman spiritual dalam perjalanan menuju Baitullah," katanya.
Ketiga, komersialisasi yang menggerus ruh fenomena hotel mewah, fasilitas eksklusif, dan transaksi materi kian mendominasi.
"Haji terancam menjadi ibadah mahal yang kehilangan ruh khusyuk dan kesederhanaannya. Di sinilah kampus berbasis dayah seperti UNISAI bisa hadir membawa kembali semangat ilahiyah yang bersih dan amanah,"
lanjutnya.
Selain itu, Tgk Aminullah menyoroti pentingnya penguatan kapasitas ilmu syariat, bukan hanya untuk pelaksanaan ibadah haji, tetapi juga ibadah keseharian. Hal ini penting agar seluruh ibadah sah dan
terpenuhi syarat serta rukunnya.
| Jemput Ilmu dan Jaringan Internasional: 13 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terbang ke Brunei Darussalam |
|
|---|
| 13 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Lulus Program Student Exchange ke Brunei Darussalam 2026 |
|
|---|
| Ikhtiar India Menghadirkan Hunian Layak bagi Masyarakat Miskin Kota |
|
|---|
| Menjalani Puasa Ramadhan di Musim Dingin Barat Irlandia |
|
|---|
| TPQ Ahlul Fikri Gelar Festival Ramadhan di Gampong Cot Yang, Cetak Generasi Qurani Sejak Dini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Tgk-H-Muhammad-Aminullah-MA-Dosen-UNISAI-Samalanga-dan-UIN-Ar-Raniry-Banda-Aceh.jpg)