Konflik Iran vs Israel

Sosok Saeed Izadi, Komandan Iran yang Tewas Dirudal Israel, Bantu Hamas Lancarkan Serangan 7 Oktober

Konflik bersenjata antara Israel dan Hamas kembali pecah setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023.

|
Editor: Faisal Zamzami
X/@nivcalderon
ISRAEL SERANG IRAN - Saeed Izadi merupakan komandan Garda Revolusi yang memiliki kedekatan dengan Hamas. 

SERAMBINEWS.COM -  Israel mengklaim telah membunuh komandan Iran yang membantu Hamas lancarkan serangan 7 Oktober 2023.

Pembunuhan itu terjadi lewat serangan udara ke Kota Qom, Iran, Sabtu (21/6/2025).

Pasukan pertahanan Israel (IDF) mengungkapkan pembunuhan komandan Iran bernama Saeed Izadi itu menjadi poin kunci dalamperang Israel-Iran

Militer Israel mengeklaim telah menewaskan Saeed Izadi, komandan senior Iran yang berperan sebagai penghubung utama antara Teheran dan kelompok  Hamas, dalam serangan udara di Kota Qom, Iran, Sabtu (21/6/2025).

"Jet tempur Israel menyerang dan menewaskan Saeed Izadi, komandan Korps Palestina dari Pasukan Quds dan koordinator utama antara rezim Iran dan organisasi Hamas, di wilayah Qom," demikian pernyataan militer Israel, dikutip dari kantor berita AFP.

Baca juga: VIDEO Trump Larang Iran Serang Balik, Teheran Siap Perang Skala Penuh dengan Amerika

Lantas Siapa Saeed Izadi?

Mohammad Saeed Izadi adalah komandan senior, yang menjabat sebagai kepala Korps Palestina dalam Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) - lengan operasi luar negeri IRGC.

Pasukan Quds merupakan unit elite dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang bertugas menjalankan operasi luar negeri.

Menurut militer Israel, Izadi selama ini terlibat pengendalian operasional Hamas dari Lebanon, serta membantu kelompok tersebut membangun kembali sayap bersenjatanya di Jalur Gaza.

Konflik bersenjata antara Israel dan Hamas kembali pecah setelah serangan Hamas ke  Israel pada 7 Oktober 2023.

Dalam konferensi pers kepada media pada hari yang sama, pejabat militer Israel yang tak disebutkan namanya menyatakan, dua komandan Iran lainnya juga tewas dalam serangan udara terpisah semalam. Keduanya adalah Behnam Shahriyari dan Aminpour Judaki.

Shahriyari diketahui menjabat kepala Unit 190 di Pasukan Quds. 

Menurut pejabat tersebut, unit ini memiliki tujuan utama untuk memusnahkan Israel.

"Apa yang dilakukan Izadi untuk Hamas, dilakukan Shahriyari untuk Hizbullah," ujar pejabat tersebut.

Ia menambahkan, Shahriyari bertanggung jawab dalam pengiriman dana ke sejumlah organisasi yang dianggap terlarang oleh Israel.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved