Konflik Iran vs Israel

Sosok Mohammad Reza Sedighi, Ilmuwan Nuklir Iran yang Dibunuh Israel Jelang Gencatan Senjata

Mohammad Reza Sedighi Saber rupanyan bukan orang sembarangan bagi pembangunan nuklir iran.

|
Editor: Faisal Zamzami
khaberni/tangkap layar
DIBUNUH ISRAEL - Ilmuwan nuklir Iran Mohammad Reza Sedighi Saber semasa hidup. Dia dibunuh dalam serangan pesawat tak berawak (drone) Israel, Selasa (24/6/2025) pagi, menjelang gencatan senjata Iran dan Israel yang diumumkan Amerika Serikat. 

OFAC (Office of Foreign Assets Control) adalah badan di bawah Departemen Keuangan AS yang bertanggung jawab untuk mengelola dan menegakkan sanksi ekonomi dan perdagangan terhadap negara, entitas, dan individu yang dianggap mengancam kepentingan nasional AS. 

Daftar OFAC adalah daftar individu, entitas, dan negara yang dikenai sanksi oleh pemerintah Amerika Serikat, yang dikelola OFAC.

"Reza Sedighi memiliki nomor identitas nasional Iran 2739202830 dan ditetapkan oleh Departemen Keuangan AS sebagai Warga Negara yang Ditunjuk Khusus atau Specially Designated Nationals (SDN) sebagai bagian dari kampanye yang menargetkan individu yang terkait dengan aktivitas yang dianggap AS sebagai ancaman terhadap keamanan nasionalnya," kata laporan tersebut.

Sebagai infromasi, Specially Designated Nationals and Blocked Persons List, adalah daftar individu dan entitas yang dikenai sanksi oleh pemerintah Amerika Serikat.

Baca juga: VIDEO Serangan ke-20, Perdana Iran Keluarkan Rudal Kheibar untuk Hantam Israel

Pesan Tegas dari Israel

Pembunuhan Reza Sedighi terjadi beberapa saat sebelum penerapan perjanjian gencatan senjata antara Iran dan Israel.

Perjanjian tersebut diumumkan berdasarkan inisiatif AS yang dipelopori oleh mantan Presiden Donald Trump, dan mencakup tiga fase.

Fase gencatan senjata tersebut antara lain: gencatan senjata Iran, diikuti oleh komitmen Israel dalam waktu 12 jam, dan kemudian deklarasi resmi gencatan senjata 24 jam kemudian.

"Para pengamat yakin bahwa pembunuhan Seddiq merupakan pesan intelijen yang jelas dari Israel menjelang dimulainya gencatan senjata, terutama karena hal itu bertepatan dengan pengumuman Iran tentang kesiapannya untuk menghentikan tembakan rudal dan meredakan situasi regional," kata ulasan khaberni.

Baca juga: 75 Orang Diamankan Dalam Pesta Gay di Bogor, Panitia Patok Tarif Rp200 Ribu, 30 Peserta Reaktif HIV

Baca juga: VIDEO - Imigrasi Banda Aceh Amankan Dua Warga Negara Asing

Baca juga: Fakta Pembunuhan Berantai di Aceh Tenggara, Pelaku Masih Keluarga Korban, 7 Hari Sembunyi di Gunung

Sudah tayang di Tribunnews.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved