Berita Pidie Jaya

Warga Pidie Jaya Tak Ada Lagi yang BAB Sembarangan, Bupati Dapat Penghargaan dari Pemerintah Aceh 

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Gubernur Aceh yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Aceh, Dr Ir Zulkifli MSi, ke

Penulis: Idris Ismail | Editor: Mursal Ismail
Dinkes KB Pidie Jaya    
TERIMA PENGHARGAAN – Bupati Pidie Jaya, H Sibral Malasyi MA SSos ME (kanan), menerima Piagam Penghargaan atas capaian ODF dari Gubernur Aceh yang diwakili Asisten II Setdaprov Aceh, Dr Ir Zulkifli MSi, disaksikan Direktur Kesehatan dan Lingkungan Kemenkes RI, dr Then Suryanti MM, Kamis (26/6/2025) di Aula Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh. 

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Gubernur Aceh yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Aceh, Dr Ir Zulkifli MSi, kepada Bupati Pidie Jaya, H Sibral Malasyi MA SSos ME. 

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya 

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) menerima Piagam Penghargaan atas capaian sebagai kabupaten Open Defecation Free (ODF).

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Gubernur Aceh yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Aceh, Dr Ir Zulkifli MSi, kepada Bupati Pidie Jaya, H Sibral Malasyi MA SSos ME. 

Penyerahan penghargaan ini diserahkan di Aula Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (26/6/2025) 

Turut menyaksikan penyerahan penghargaan tersebut, Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, dr Then Suryanti MM.

Kemudian Sekda Pidie Jaya, Dr Munawar Ibrahim SKP MPH dan Kepala Dinas Kesehatan dan KB Pijay, Eddy Azwar SKM MKes.

ODF merupakan kondisi di mana seluruh masyarakat dalam suatu desa atau gampong telah berhenti melakukan praktik buang air besar atau BAB sembarangan dan memiliki akses terhadap jamban sehat.

Baca juga: Aceh Jadi Provinsi Pertama di Sumatera Bebas Perilaku BAB Sembarangan

Bupati Pidie Jaya, H Sibral Malasyi atau akrab disapa Nyak Syi, menjelaskan bahwa pencapaian ODF di Pidie Jaya adalah hasil kerja keras sejak 2017 melalui pendekatan perubahan perilaku masyarakat. 

Dimulai dari tiga gampong:, yakni Gampong Beurawang, Kecamatan Meureudu, Gampong Beuringen dan Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua.

“Alhamdulillah, pada akhir 2024 Pijay berhasil mencapai 100 persen gampong ODF berkat kolaborasi antara Dinas Kesehatan dan KB, Dinas PU, serta Bappeda,” kata Bupati kepada Serambinews.com, Kamis (26/6/2025).

Nyak Syi menambahkan, penghargaan ini menjadi landasan kuat untuk menuju target besar berikutnya, yaitu mengikuti lomba Kabupaten/Kota Sehat (KKS) pada tahun 2027.

Salah satu syarat keikutsertaan dalam program KKS adalah capaian minimal 80?sa ODF, syarat ini tentunya telah dipenuhi oleh Kabupaten Pidie Jaya

"Untuk mempertahankan capaian ini, tentu dibutuhkan komitmen kuat semua pihak agar seluruh gampong tetap menjalankan praktik hidup bersih dan sehat," tegasnya.

Baca juga: Semua Gampong di Bireuen Sudah Bebas dari BAB Sembarangan, Lagi 80 Desa Terima Sertifikat ODF

Selain itu, Bupati Pijay juga menekankan pentingnya mengimplementasikan pilar-pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), seperti kebiasaan cuci tangan pakai sabun.

Kemudian pengelolaan sampah dan sanitasi lingkungan secara terpadu.

“Ini bagian dari visi besar kita menuju Pidie Jaya sebagai Kabupaten Sehat di tahun 2027,” pungkasnya. (*)

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved