Salam

Cuaca Panas Rawan Kebakaran, Waspadalah!

Merespons informasi dari masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat langsung mengerahkan pasukan ke lapangan untuk mengendalika

Editor: mufti
Foto/dok BPBD Aceh Barat
PEMADAMAN KARHUTLA - Petugas PBD Aceh Barat memadamkan api yang menghanguskan lahan gambut di kawasan Ujong Beurasok, Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Minggu (29/6/2026) sore. 

HARIAN Serambi Indonesia edisi Senin (30/6/2025) memberitakan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai meluas di wilayah barat selatan (barsela) di saat cuaca panas melanda. Beberapa hari lalu, sekitar 11,5 hektare (ha) lahan kebun kelapa sawit di Nagan Raya hangus terbakar. Kini, titik api terpantau di Aceh Barat. Kebakaran di Aceh Barat sudah terjadi sejak dua hari terakhir dan hingga Minggu (29/6/2025) telah menghanguskan sekitar 1,5 hektare lahan gambut. 

Merespons informasi dari masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat langsung mengerahkan pasukan ke lapangan untuk mengendalikan api. Asap tebal yang membubung dari lokasi kebakaran sempat mengganggu aktivitas warga. Pemadaman selesai sekitar pukul 17.00 WIB. Sementara itu, upaya pemadaman kebakaran lahan di Nagan Raya terus berlangsung. Hingga Minggu (29/6/2025), sekitar 95 persen luasan lahan yang terbakar sudah padam. 

Kebakaran lahan juga terjadi di Aceh Barat Daya (Abdya). Kobaran api melahap lahan kosong di kawasan perbukitan Gampong Gunung Cut, Kecamatan Tangan-Tangan, pada Minggu (29/6/2025) sore. Puluhan personel TNI bersama warga setempat memadamkan api secara manual, sebelum akhirnya satu mobil damkar tiba di lokasi. Kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.20 WIB.

Seperti kita ketahui bersama, sejak beberapa waktu lalu hingga saat ini, suhu di hampir seluruh wilayah Aceh sedang sangat panas. Kondisi musim kering dengan suhu udara cukup tinggi seperti sekarang, sangat rawan terjadinya kebakaran. Karena itu, kewaspadaan dini dari kita semua untuk menghindari terjadinya kebakaran saat cuaca panas ini jelas sangat diperlukan. Salah satu caranya, kita tidak membakar sampah sembarangan, apalagi di dekat pemukiman, lahan kering, atau hutan. Sebab, membakar sampah sembarangan pada musim kemarau dapat memicu kebakaran lahan dan permukiman, terutama di daerah yang memiliki vegetasi kering. 

Selain itu, kepada kita yang merokok hendaknya tidak membuang puntung rokok sembarangan. Karena, tindakan semacam ini juga berpotensi memantik kebakaran. Biasakan diri kita mematikan dulu api rokok sebelum membuang puntungnya. Dengan begitu, kita sudah ikut menjaga diri kita sendiri dan orang lain dari ancaman kebakaran yang terus mengintai setiap saat terutama pada musim kemarau seperti sekarang. Membuang puntung rokok yang masih ada apinya boleh saja kita anggap hal kecil, tapi akibatnya akan besar jika puntung rokok tersebut menjadi penyebab terjadinya kebakaran.

Terkait listrik, kita juga harus menghindari penggunaan sakral yang begitu banyak serta melakukan upaya pencegahan kebakaran lainnya dengan cara memastikan jaringan intalasi listrik tidak bermasalah, memeriksa pipa kemungkinan pecah atau ada yang digigit tikus sehingga memicu kebakaran. Jangan lupa pula, setiap rumah diupayakan memiliki alat pemadam api ringan (apar) agar dapat membantu memadamkan api dengan cepat jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

Selain perlu meningkatkan kewaspadaan, kita semua juga harus segera melapor ke pihak berwenang jika melihat atau mengetahui ada tanda-tanda akan terjadinya kebakaran. Bahkan, kita harus langsung berkoordinasi dengan aparatur gampong dan babinsa atau babinkamtibmas setempat agar dapat segera dilakukan upaya penggulangan. Kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan lembaga terkait lainnya agar terus melakukan patroli dan pemantauan rutin di wilayah-wilayah yang rawan kebakaran serta berkoordinasi dengan perangkat daerah dan relawan untuk bisa melakukan langkah cepat penanggulangan bila sewaktu-waktu terjadi kebakaran. Dengan upaya-upaya tersebut, kita harapkan musibah kebakaran di lingkungan kita masing-masing dapat dihindari. Semoga! (*)

 

POJOK

Perempuan merokok kian marak

Mungkin mereka menganggap itu sebagai bentuk emansipasi wanita ya? He..he..he…

Sepasang nonmahram kembali diamankan

Walaupun emas lagi mahal, tapi ini bukan cara yang tepat untuk menikah kan?

Mendikdasmen sebut setiap anak Aceh berhak dapat Pendidikan

Tapi realitanya ada juga yang tidak dapat pendidikan Pak Menteri kan?

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved