Berita Pidie
Buka Akses Perpustakaan di Puskesmas, Dipersip Pidie Usulkan Bantuan 1.000 Buku
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan atau Dispersip Kabupaten Pidie mengusulkan bantuan 1.000 buku ke Perpusnas RI.
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: IKL
Laporan Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat atau IPLM, sebagai pengukuran terhadap usaha yang dilaksanakan pemerintah kabupaten, guna membina hingga mengembangkan perpustakaan sebagai wahana belajar sepanjang hayat untuk mencapai budaya literasi masyarakat.
Saat ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan atau Dispersip Kabupaten Pidie mengusulkan bantuan 1.000 buku ke Perpusnas RI.
Untuk diketahui, IPLM salah satu Indikator Kinerja Utama atau IKU, untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata.
IPLM berupa angka agregrat dari tujuh Unsur Pembangun Literasi Masyarakat atau UPLM terdiri dari sejumlah komponen kunci yang saling berkaitan mencakup pemerataan layanan perpustakaan atau UPLM1.
Lalu, ketersediaan koleksi bacaan yang memadai atau UPLM2, ketersediaan tenaga perpustakaan yang terlatih atau UPLM3, tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakaan atau UPLM4 dan jumlah perpustakaan yang dibina sesuai standar nasional atau UPLM5.
Kemudian, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan literasi/ TPBIS (atau UPLM6 hingga jumlah anggota perpustakaan atau UPLM7.
"Nah, itu butuh dukungan dan semangat bersama untuk meningkatkan indikator yang selalu dinilai secara nasional. Karena tidak mungkin kami bekerja sendiri, semoga tidak perlu mempersepsikan dengan ego sektoral. Artinya semua untuk bendera Pemerintah Kabupaten Pidie," tegas Kadispersip Pidie, Turno Junaidi, kepada Serambinews.com, Selasa (8/7/2025).
Menurutnya, setelah aktif bergerak ke Rutan dan Lapas di Kabupaten Pidie, Dispersip Kabupaten Pidie kembali bergerak ke puskesmas, yang ada di Kabupaten Pidie sebagai calon penerima bantuan buku dari Perpusnas RI, sebagai wujud memperkuat kecakapan literasi masyarakat Kabupaten Pidie.
Ia menyebutkan, lima puskesmas yang diadvokasi untuk menumbuhkan minat baca masyarakat.
Adalah Puskesmas Sakti, Puskesmas Peukan Baro, Puskesmas Mane, Puskesmas Ujong Rimba dan Puskesmas Kembang Tanjong.
"Kami berharap akan semakin tumbuh akses perpustakaan di berbagai lembaga pemerintah. Langkah itu kamu lakukan, sebagai upaya pemerintah Pidie mengejar nilai UPLM," ungkap Turno.
Dikatakan, perpustakaan pada lingkup layanan kesehatan, memainkan peran yang sangat krusial, jauh melampaui sekadar tempat penyimpanan buku seperti pemahaman selama ini.
"Tapi, keberadaannya sangat penting untuk mendukung keputusan klinis berbasis bukti, pendidikan berkelanjutan, penelitian dan kesejahteraan untuk pasien," ujarnya.
Kasus ASN di Pidie Diduga Predator Anak di Bawah Umur, Polisi Periksa Lima Saksi |
![]() |
---|
Ketika Kapolres Pidie dan Istri Masak Kuliner Mi Suree di Ujong Pie Laweung |
![]() |
---|
Polisi Usut Dugaan Korupsi Dana Eks PNPM di Pidie Rp2,4 Miliar, Dikelola Sejak 2015 Hingga 2020 |
![]() |
---|
Murid SD 1 Sigli Dipangku Bunda PAUD Saat Diimunisasi, Dinkes Sebut Cakupan Rendah |
![]() |
---|
Pemkab Resmi Luncurkan Kartu Pidie Sehat: Capaian Imunisasi Masih Rendah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.