Konflik Israel vs Iran

Skenario Baru Teheran, Ekspor Minyak Iran ke China Selagi Sanksi Ekonomi, Bayarnya Pakai Rudal

Barter ini mencerminkan bukan hanya strategi dagang alternatif, tetapi juga konsolidasi geopolitik antara Iran dan China dalam menghadapi tekanan...

Editor: Nurul Hayati
X US Civil Defense News
RUDAL IRAN - Penampakan Kheibar Shekan-2 IRAN. Rudal ini perdana digunakan Iran untuk membombardir Israel, beberapa saat usai Iran diserang AS. Iran membeli rudal dari China yang dibarter dengan minyak mentah. 

Barter ini mencerminkan bukan hanya strategi dagang alternatif, tetapi juga konsolidasi geopolitik antara Iran dan China dalam menghadapi tekanan dari blok Barat.

SERAMBINEWS.COM - Laporan pejabat Arab yang enggan disebutkan namanya, menyebut pengiriman rudal pertahanan asal China merupakan bagian dari upaya cepat militer Iran dalam membangun kembali pertahanannya yang hancur akibat gempuran Israel dalam konflik 12 hari terakhir.

"Pengiriman baterai rudal permukaan-ke-udara China terjadi setelah gencatan senjata de facto dicapai antara Iran dan Israel pada 24 Juni," tegas pejabat Arab yang mengetahui intelijen tersebut.

Sementara, laporan salah satu pejabat intelijen regional menyebut, hampir seluruh pengiriman SAM tersebut dibiayai menggunakan komoditas ekspor utama Iran, yakni minyak mentah.

Dugaan ini terjadi di tengah sanksi ekonomi AS yang masih diberlakukan terhadap ekspor minyak Iran.

 Iran merupakan salah satu produsen minyak terbesar di dunia.

Meski ekspornya dibatasi oleh sanksi, Iran tetap mampu menjual minyaknya secara diam-diam, terutama ke negara-negara seperti China.

Karena tidak bisa menggunakan hasil ekspor itu dalam bentuk kas internasional, minyak dijadikan alat tukar langsung untuk memperoleh barang penting seperti persenjataan.

Dugaan tersebut diperkuat dengan data Badan Informasi Energi AS (EIA) yang menunjukkan, 90 persen ekspor minyak Iran saat ini mengalir ke China, menjadikan Beijing sebagai mitra dagang utama Teheran.

Untuk menyiasati sanksi, Iran disebut menggunakan skema pengiriman tidak langsung lewat negara pihak ketiga seperti Malaysia guna menyamarkan asal minyak mentahnya.

"Orang Iran terlibat dalam cara-cara kreatif dalam berdagang," ujar salah satu pejabat Arab kepada MEE.

Barter ini mencerminkan bukan hanya strategi dagang alternatif, tetapi juga konsolidasi geopolitik antara Iran dan China dalam menghadapi tekanan dari blok Barat.

Baca juga: 79 Orang Tewas Dalam Banjir Bandang di Texas, Puluhan Lainnya Terjebak di Jalanan Tergenang

Usai menekan kesepakatan gencatan senjata dengan Israel, militer Iran diam-diam menerima sistem rudal permukaan-ke-udara (SAM) buatan China.

Tak dirinci berapa banyak rudal SAM yang dikirim China untuk Iran, namun menurut laporan Middle East Eye, pengiriman ini dilakukan hanya beberapa hari setelah Iran dan Israel mencapai kesepakatan gencatan senjata de-facto pada 24 Juni 2025.

Beberapa pengamat pertahanan menduga, pengiriman rudal dilakukan bertahap dalam beberapa gelombang sejak akhir Juni.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved