Mental Health
Kenapa Banyak Gen Z Quiet Quitting Stop Lembur? Begini Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tempat Kerja
Melansir dari Harvard Business Reviews (2022) Quiet quitting bukan hanya tentang berhenti dari pekerjaan, melainkan tentang menetapkan batas.
Penulis: Gina Zahrina | Editor: Amirullah
Gen Z, yang kini mulai mendominasi dunia kerja, dikenal lebih vokal dalam menyuarakan pentingnya work-life balance dan kesehatan mental di dunia kerja.
Melansir dari Gallup (2022), karyawan muda di bawah usia 35 tahun yang mayoritas dari generasi ini menjadi kelompok yang paling tidak terlibat secara emosional dalam pekerjaan.
Baca juga: Apa Itu Manusia Tikus di China? Psikolog Jelaskan Fenomena Baru Cara Gen Z Melawan Kesehatan Mental
Hal ini bukan karena kurangnya komitmen, melainkan karena mereka memprioritaskan nilai yang lebih manusiawi dalam bekerja.
Bagi Gen Z dan mungkin sebagian orang, sukses bukan hanya soal jabatan dan gaji, tapi juga waktu untuk keluarga, kesehatan mental, dan keberlanjutan hidup.
Quiet quitting adalah refleksi dari perubahan nilai dalam dunia kerja. Generasi sekarang tidak lagi mau bekerja hingga burnout tanpa kejelasan arah dan apresiasi yang jujur.
Mereka tetap loyal, tetap profesional, tapi juga ingin tetap sehat baik fisik maupun mental.
Quiet quitting adalah peluang untuk membangun dialog baru yaitu bagaimana menciptakan lingkungan kerja yang lebih manusiawi, suportif, dan berkelanjutan.
Karena pada akhirnya, pekerja yang merasa dihargai akan bekerja lebih baik tanpa harus diminta untuk “berjuang lebih”.
(Serambinews.com/Gina Zahrina)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.