Jumat, 17 April 2026

Warga Taiwan Mulai Siaga Perang, Tas Darurat Banyak Diburu

Tas darurat merupakan tas yang bisa diisi dengan berbagai perlengkapan penting untuk bertahan hidup saat terjadi perang atau bencana alam.

Editor: Yocerizal
CNA
TAS DARURAT - Foto milik Kantor Kepresidenan Taiwan memperlihatkan tas darurat (emergency kit). Belakangan ini tas darurat banyak diburu warga Taiwan menyusul meningkatnya kekhawatiran terjadinya perang dengan China. 

SERAMBINEWS.COM -Warga Taiwan mulai siaga menghadapi kemungkinan perang dengan China. Hal ini terlihat dari populernya ‘tas darurat’.

Tas darurat merupakan tas yang bisa diisi dengan berbagai perlengkapan penting untuk bertahan hidup saat terjadi perang atau bencana alam.

CNA melaporkan, tren tas darurat ini bermula dari pesan Institut Amerika di Taiwan (AIT) di Kaohsiung pada 11 Juni 2025. 

Melalui laman Facebooknya, AIT mengunggah pesan tentang persiapan tas darurat.

"Sangat penting untuk tetap siap menghadapi keadaan darurat apa pun dan mengimbau orang-orang untuk membawa tas darurat sendiri dan bersiap menghadapi apa pun,” bunyi postingan tersebut.

Postingan itu lalu memicu diskusi luas di Taiwan. Google Trends menunjukkan bahwa minat terhadap tas darurat melonjak sangat tajam.

AIT sendiri adalah organisasi nirlaba yang mewakili kepentingan Amerika Serikat di Taiwan karena hubungan diplomatik resmi tidak ada antara kedua negara. 

AIT menyediakan layanan konsuler dan berbagai fungsi yang biasanya dilakukan oleh kedutaan besar, menjadikannya semacam kedutaan besar de facto bagi AS di Taiwan.

Baca juga: Presiden Iran Masoud Pezeshkian Terluka akibat Serangan Israel

Baca juga: Bupati Minta Gubernur Aceh Bangun Jembatan Penghubung Nagan Raya dengan Aceh Barat

CEO SafeTaiwan, Bonny Lu, yang menjual tas belanja daring, mengatakan kepada CNA bahwa penjualan keseluruhan meningkat dua kali lipat pada 11 Juni dibandingkan hari sebelumnya, lalu melonjak hingga delapan kali lipat pada 12 Juni.

"Penjualan memang sudah lebih tinggi pada bulan April dan Mei, tetapi mulai hari itu (11 Juni 2025) penjualan kembali meningkat," ujar Lu.

Warga Taiwan yang ditanyai alasan membeli tas tersebut mengaku membeli tas darurat karena khawatir tentang perang.

Di antara mereka yang melakukan persiapan adalah Arnas Kuo (nama samaran), yang memilih untuk merakit tas darurat yang disesuaikan dengan kebutuhannya sendiri.

Kuo mengatakan keputusannya dipengaruhi oleh peringatan berulang kali dari pejabat tinggi AS pada bulan Mei dan Juni tentang persiapan intensif China untuk menginvasi Taiwan.

"Kalau cuma sekali, ya sudahlah, Taiwan sering diperingatkan soal perang," kata Kuo. 

"Tapi ketika mereka mengatakannya dua kali berturut-turut, rasanya serius. Saat itulah saya pikir saya harus benar-benar memperhatikan tas siaga saya,"

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved