Jumat, 17 April 2026

Warga Taiwan Mulai Siaga Perang, Tas Darurat Banyak Diburu

Tas darurat merupakan tas yang bisa diisi dengan berbagai perlengkapan penting untuk bertahan hidup saat terjadi perang atau bencana alam.

Editor: Yocerizal
CNA
TAS DARURAT - Foto milik Kantor Kepresidenan Taiwan memperlihatkan tas darurat (emergency kit). Belakangan ini tas darurat banyak diburu warga Taiwan menyusul meningkatnya kekhawatiran terjadinya perang dengan China. 

Kuo melanjutkan, postingan AIT terasa seperti mendorongnya untuk akhirnya memutuskan mempersiapkan tas darurat secara serius.

Baca juga: Berakhirnya Dana Otsus Akan Picu Masalah Serius bagi Aceh, TA Khalid Yakin Prabowo Beri Angin Segar 

Baca juga: Langkah Awal untuk Mengungkap Sejarah yang Terkubur, Mapesa Restorasi Makam Syah Bandar Abad Ke-17

Hal serupa juga disampaikan seorang guru, Amy Chang. Dia mengakui postingan AIT memang memiliki pengaruh, tetapi faktor yang lebih besar adalah apa yang ia amati sejak akhir Mei lalu.

"Ketegangan di Selat Taiwan akhir-akhir ini sedang tinggi, dan dengan latihan militer Tiongkok yang semakin besar bersamaan dengan gejolak politik di Taiwan, rasanya kita benar-benar menghadapi ancaman dari dalam dan luar," ucapnya.

"Dalam lingkungan ini, lonjakan kiriman tas darurat membuat saya merasa sudah waktunya untuk mulai bersiap," tambah Chang.

Sementara seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada CNA bahwa postingan AIT hanyalah pengingat untuk bersiap menghadapi bencana alam.

Seorang pakar dalam pemikiran bencana mengatakan pesan tersebut bergema luas karena meningkatnya kesadaran publik terhadap risiko terkait perang.

"Semakin banyak orang percaya perang bisa pecah dalam dua tahun ke depan," kata Lin Thung-hong, peneliti di Institut Sosiologi Academia Sinica, mengutip temuan survei terbaru.

Ditanya tentang perbedaan persepsi risiko antara bencana alam dan perang, Lin mencatat bahwa gempa bumi salah satu ancaman alam paling signifikan bagi Taiwan, dimana sebagian besar terjadi di wilayah timur dan selatan.

Sebaliknya, pusat politik dan ekonomi Taiwan berada di utara dan barat, tempat populasi dan infrastruktur utama terkonsentrasi, dan mereka akan menjadi target utama dalam konflik.

"Akibatnya, kebutuhan akan tas darurat dan persiapan darurat lainnya telah menjadi perhatian nasional," ujarnya.

Baca juga: Pesawat Jatuh di Bandara London, Kobaran Api Membumbung, Saksi Mata Ungkap Detik-detik Kejadian

Baca juga: Tewaskan 260 Orang, Rekaman Black Box Ungkap Detik-detik Air India Sebelum Jatuh

Mengenai apa saja yang harus dimasukkan ke dalam tas darurat, Lu mengatakan, meski pemerintah menganjurkan mengemas barang secukupnya untuk keperluan tiga hari, banyak orang mungkin merasa sulit untuk membawa barang sebanyak itu.

Karena itu, menetapkan prioritas sangatlah penting, seperti pakaian, air minum, makanan, obat-obatan pribadi, dan lampu penerang.

Tas perlengkapan untuk perang juga dapat berisi perlengkapan yang digunakan untuk berjalan jauh jika terjadi evakuasi, termasuk juga alat penyaring air.(*)

Isi Tas Darurat
ISI TAS DARURAT - Barang-barang yang harus dimasukkan ke dalam tas darurat ditampilkan dalam konferensi pers setelah pertemuan Komite Ketahanan Pertahanan Seluruh Masyarakat Kantor Kepresidenan Taiwan pada tanggal 26 Juni 2025.
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved