Selasa, 21 April 2026

Perang Gaza

PBB: Kehidupan di Gaza akan Hilang tanpa Bahan Bakar

Tanpa bahan bakar yang memadai, badan-badan PBB yang merespons krisis ini kemungkinan besar akan terpaksa menghentikan operasi mereka sepenuhnya, yang

Editor: Ansari Hasyim
RNTV/TangkapLayar
PEMBUNUHAN MASSAL - Suasana Kafe al-Baqa, sebuah lokasi berkumpul di pinggir pantai yang ramai di Gaza seusai dibom Israel pada Senin (30/6/2025). Petugas medis melaporkan bahwa antara 24 dan 36 warga Palestina tewas dalam serangan itu. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya serangan Israel menewaskan 80 warga Palestina, terhitung dalam 24 jam terakhir. 

Sementara perundingan gencatan senjata terhenti di tengah krisis bahan bakar dan kelaparan yang semakin dalam.

Serangan Israel di dekat titik distribusi bantuan di Rafah di Gaza selatan menewaskan sedikitnya lima orang yang sedang mencari bantuan pada hari Senin, kantor berita resmi Palestina Wafa melaporkan.

Pembunuhan itu menambah jumlah korban tewas warga Palestina yang tewas di dekat lokasi bantuan yang dikelola oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) yang kontroversial, yang didukung Israel dan AS, menjadi 838, menurut Wafa.

Di Khan Younis, juga di Gaza selatan, serangan Israel terhadap sebuah kamp pengungsian menewaskan sembilan orang dan melukai banyak lainnya. 

Di kamp pengungsi Bureij di Gaza tengah, empat orang tewas ketika serangan udara Israel menghantam sebuah pusat komersial, lapor Wafa.

Pasukan Israel juga kembali meningkatkan serangan di Gaza utara dan Kota Gaza

Media Israel melaporkan penyergapan di Kota Gaza, dengan sebuah tank terkena tembakan roket dan kemudian, terkena senjata ringan. 

Sebuah helikopter terlihat mengevakuasi korban. Militer Israel kemudian mengonfirmasi bahwa tiga tentara tewas dalam insiden tersebut.

Tareq Abu Azzoum dari Al Jazeera, melaporkan dari Deir el-Balah, mengatakan pasukan Israel menanggapi dengan serangan udara besar-besaran di sekitar wilayah Tuffah dan Shujayea, yang menghancurkan bangunan-bangunan perumahan.

Kantor berita Wafa mengatakan sedikitnya 24 warga Palestina tewas di Kota Gaza dan puluhan lainnya terluka.

Serangan itu terjadi saat badan-badan PBB terus memohon agar lebih banyak bantuan diizinkan masuk ke Gaza, tempat bencana kelaparan membayangi dan kekurangan bahan bakar parah telah melumpuhkan sektor perawatan kesehatan yang sudah babak belur.

Krisis air di Gaza juga semakin parah sejak Israel memblokir hampir semua pengiriman bahan bakar ke wilayah tersebut pada 2 Maret. Tanpa bahan bakar, pabrik desalinasi, fasilitas pengolahan air limbah, dan stasiun pompa sebagian besar telah ditutup.

Menteri luar negeri Mesir mengatakan pada hari Senin bahwa aliran bantuan ke Gaza tidak meningkat meskipun ada kesepakatan minggu lalu antara Israel dan Uni Eropa yang seharusnya menghasilkan hasil tersebut.

“Tidak ada yang berubah (di lapangan),” kata Badr Abdelatty kepada wartawan menjelang pertemuan Uni Eropa-Timur Tengah di Brussels.

'Bencana yang nyata'

Diplomat tertinggi Uni Eropa mengatakan pada hari Kamis bahwa blok tersebut dan Israel sepakat untuk memperbaiki situasi kemanusiaan di Gaza, termasuk menambah jumlah truk bantuan dan membuka titik penyeberangan serta rute bantuan.

Ketika ditanya langkah apa yang telah diambil Israel, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar merujuk pada kesepahaman dengan Uni Eropa tetapi tidak memberikan rincian tentang implementasinya.

Ketika ditanya apakah ada perbaikan setelah perjanjian tersebut, Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Yordania Ayman Safadi mengatakan kepada wartawan bahwa situasi di Gaza masih “bencana”.

“Bencana nyata sedang terjadi di Gaza akibat berlanjutnya pengepungan Israel,” ujarnya.

Sementara itu, perundingan gencatan senjata yang tersendat memasuki minggu kedua pada hari Senin, dengan para mediator berusaha untuk menutup kesenjangan antara Israel dan Hamas.

Negosiasi tidak langsung di Qatar tampaknya masih menemui jalan buntu setelah kedua belah pihak saling menyalahkan karena menghalangi kesepakatan pembebasan tawanan dan gencatan senjata selama 60 hari.(*)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved