Kajian Islam

Jangan Cerai Dulu! Buya Yahya Ungkap 3 Pilihan Istri Saat Suami Selingkuh, Terakhir Bikin Merinding!

Tak hanya memberi nasihat spiritual, Buya Yahya juga membeberkan tiga pilihan yang bisa dipertimbangkan oleh seorang istri yang diselingkuhi. 

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Ansari Hasyim
YouTube 'Al-Bahjah TV'
Buya Yahya tak hanya memberi nasihat spiritual untuk menghadapi suami yang berselingkuh, tapi juga Buya Yahya membeberkan tiga pilihan yang bisa dipertimbangkan oleh seorang istri yang diselingkuhi, Kamis (17/7/2025). 

SERAMBINEWS.COM - Pengakuan suami yang berselingkuh adalah hantaman yang luar biasa bagi seorang istri.

Luka hati yang dalam, rasa kecewa, hingga pertimbangan untuk bercerai seringkali membuat seorang wanita berada di ambang keputusasaan.

Hal inilah yang terjadi pada seorang jamaah yang menyampaikan curahan hati kepada ulama terkemuka, Buya Yahya yang diunggah di kanal YouTube Al Bahjah TV, dikutip Serambinews.com, Kamis (17/7/2025).

Dalam video tersebut, seorang wanita dari Sumatera yang tengah menghadapi kenyataan pahit suaminya mengakui selingkuh, perselingkuhan tersebut bahkan lengkap dengan bukti-bukti.

Dalam kesempatan itu, wanita tersebut lantas bertanya kepada Buya Yahya, bagaimana menyikapi suami yang selingkuh, apakah sebaiknya ia bercerai, atau bertahan demi anak-anak?

Menjawab hal tersebut, Buya Yahya memberi jawaban yang teduh.

Baca juga: Cerita Aja Dosa Apalagi Divideokan! Buya Yahya Ingatkan Bahaya Sebar Rahasia Hubungan Suami Istri

Tak hanya memberi nasihat spiritual, Buya Yahya juga membeberkan tiga pilihan yang bisa dipertimbangkan oleh seorang istri yang diselingkuhi. 

1. Jika Suami Bertobat, Jadilah Orang Pertama yang Menolongnya

Buya Yahya menekankan bahwa bila seorang suami yang selingkuh menunjukkan penyesalan, kesungguhan bertobat, dan niat untuk berubah, maka istri dianjurkan untuk tidak langsung mengambil keputusan bercerai.

"Kalau sang suami ada tanda-tanda untuk kembali ke jalan yang benar, maka sebagai istri yang kenal Allah, anda punya kewajiban menjadi orang pertama yang menolong suaminya agar tidak terjerumus lagi dalam kehinaan," jelas Buya Yahya.

Buya Yahya juga menekankan bahwa jangan sampai aib suami dibongkar, bahkan kepada anak-anak.

Ketegaran hati istri dalam memaafkan dan membantu suami kembali justru bisa menjadi jalan menuju pahala besar di sisi Allah.

Baca juga: Jangan Lewatkan! Keutamaan Puasa Asyura yang Bisa Bersihkan Dosa Setahun, Ini Penjelasan Buya Yahya

2. Jika Suami Tak Mau Berubah, Maka Cerai adalah Pilihan Wajar

Namun, bila sang suami tetap dalam kefasikan, tidak menunjukkan niat untuk memperbaiki diri, maka bertahan hanya akan menyiksa istri secara lahir dan batin.

Buya Yahya menyebut bahwa cerai adalah pilihan sah dan bahkan bisa menjadi penyelamat.

"Kalau tidak ada tanda-tanda menjadi baik, tidak ada ikrar, tidak ada niat berubah, ya tidak ada perlunya dilanjutkan. Karena seorang perempuan bisa saja cari penyakit dalam dirinya,” ujarnya.

Selain risiko penyakit fisik, yang lebih ditakuti adalah kerusakan spiritual, baik bagi istri maupun anak-anak yang mungkin akan tumbuh dengan kebencian terhadap ayahnya.

3. Kalau Istri Tak Mampu Menyimpan Luka, Lebih Baik Pisah dan Diam

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved